Pengembangan Kawasan Jeruk dan Buah Subtropika Berbasis Korporasi

Dewan Riset Nasional (DRN), dalam hal ini Komisi Teknis Pangan dan Pertanian mengadakan kunjungan kerja ke Balitjestro. Dalam kesempatan ini Dr. Ir. Bambang Setiadi, M.S sebagai Ketua DRN, Dr. Ir Haryono, M.Sc sebagai ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian dan anggotanya yaitu Dr. Ir. Iding Chaidir, M.Sc bersama pimpinan komisi lainnya mengadakan diskusi dengan peneliti Balitjesro mengenai “Pengembangan Kawasan Jeruk dan Buah Subtropika Berbasis Korporasi.”

Diskusi diawali dengan pemaparan kemajuan riset yang telah dicapai Balitjestro oleh Kepala Balai: Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., kemudian dilanjutkan penjelasan “Prioritas Riset Nasional (PRN) Bidang Pangan dan Pertanian 2020-2024,” “Pemaparan Program Riset dan Inovasi Pertanian Berbasis Korporasi di Era Industri 4.0, serta pemaparan “Inovasi Biodiversitas.”

Industri pertanian sekarang memasuki revolusi industri 4.0. Investasi besar terjadi di sektor sarana dan prasarana. Negara-negara maju dengan penduduk yang tidak besar, akan lebih cepat meloncat ke revolusi industri 4.0. Indonesia mempunyai tantangan dalam penerapan industri 4.0 ini karena banyak penduduk Indonesia yang masih di posisi industri 2.0 bahkan masih di industri 1.0.

Jeruk dipandang mempunyai potensi besar untuk meningkatkan pendapatan petani. Jeruk bisa didorong untuk dikembangkan di lahan rawa. Desain kawasan sistem surjan padi dan jeruk mampu memberikan hasil panen jeruk lebih besar daripada hasil panen padi.

Hal penting yang ditekankan dalam diskusi ini adalah hasil riset harus selalu bermuara ke pengguna. Dalam pengembangan produk kita harus menyesuaikan juga dengan selera konsumen. Untuk itulah kolaborasi harus semakin gencar dilakukan dengan berbagai kalangan, termasuk kalangan akademisi dan pengusaha. (Hnf)