Pengembangan Agribisnis Jeruk Berbasis Komunitas Di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur

(Development Of Citrus Agro Business Community Based In District Of Rantau Pulung, Regency Of Kutai Timur, East Kalimantan)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 47-52

Nurul Mutia Karim
Superintendent Conservation And Agribusiness Development, Community Empowerment, PT. Kaltim Prima Coal

Abstrak

Dalam mengantisipasi penutupan operasional tambang batu bara pada tahun 2021, PT. Kaltim Prima Coal (KPC) telah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dari tujuh program utamanya salah satu diantaranya adalah program agribisnis beberapa komoditas potensial termasuk jeruk yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Balitjestro. Berdasarkan potensi dan tantangan yang dihadapi di lapang, telah disusun program yang meliputi (1). Produksi bibit jeruk bebas penyakit, (2). Pengawalan penerapan teknologi anjuran, (3). Membuat materi diseminasi, (4). Menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Budidaya jeruk Siam di Rantau Pulung, dan (5). Memperdayakan Kelompok Tani. Walaupun mata tempel yang dihasilkan dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) sendiri dan BPMT lain belum mencukupi para penangkar, hingga awal tahun 2007 lebih dari 69.000 bibit telah dibagikan ke petani. Kelompok Tani yang dibina telah mencapai 31 kelompok dan 8 penangkar bibit. SOP telah disusun dan diharapkan bisa selesai pada akhir tahun 2007. Kerjasama antar instansi terkait dan sinergisme pelaksanaan program perlu lebih ditingkatkan dalam memanfaatkan sumberdaya lokal mewujudkan agribisnis jeruk yang tangguh di Rantau Pulung dan sekitarnya.

Kata kunci : KPC, sumber daya alam terbarukan, agribisnis, jeruk, pemberdayaan Kelompok Tani.

Abstract

In order to anticipate the closing of Coal Mine in 2021, PT Kaltim Prima Coal (KPC) has conducted Community Development Programs. One of them is agribusiness of potential commodities including citrus which cooperates with Indonesian Citrus and Subtropical Fruits  Research Institute (ICSFRI). Based on the potency and constraint found at the field, the programs have been arranged which covered: 1) Citrus free disease seed production, 2) Recommended technology application assistance, 3) Dissemination material arrangement, 4) Standard Operating Procedure (SOP) arrangement, 5) Grower groups empowerment. In 2007, approximately 69.000 new plants have been distributed to farmers even though the produced bud for grafting from Bud Multiplication Block has not sufficient for the demand yet. Assisted grower groups reach number 31 groups and 8 seed producers. SOP has been arranged and it is hoped to be finished in the end of 2007. Cooperation among related institutions and also the synergism of program realization have to be improved in usage of local resources to realized tough and sturdy citrus agribusinesses at Rantau Pulung and around.

Keywords : agribusiness, citrus, grower groups empowerment, KPC, natural resources

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event