Pengelolaan Rantai Pasokan Agribisnis Jeruk (Kasus Jeruk Siam Pontianak, Kab. Sambas)

(Citrus Agro Business Supply Chain Management (A Case of Siam Pontianak at Sambas District))

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 60-74

Sri Kuntarsih
Direktorat Budidaya Tanaman Buah

 

Abstrak
Enam prinsip keberhasilan Pengelolaan Rantai Pasokan Agribisnis Jeruk di Kabupaten Sambas-Kalimantan Barat telah dilakukan untuk mendapatkan masukan dalam rangka peningkatan efisiensinya. Konsumen di kota Pontianak menyukai buah jeruk Siam Pontianak dari grade AB, rasa manis, kulit mulus dan harga terjangkau. Untuk mendapatkan produk yang benar dapat dilakukan terutama dengan memberdayakan Gapoktan dalam menerapkan SOP. Profit marjin yang dinikmati petani Sambas, pengumpul Sambas, distributor Sambas, dan pengecer Pontianak adalah layak karena semuanya diatas 30%. Namun demikian besarnya keuntungan yang dinikmati petani paling kecil dibanding yang lainnya tapi masih dalam batas kewajaran. Aliran distribusi logistik buah jeruk Siam Pontianak dari petani produsen ke konsumen akhir melewati beberapa pelaku pasar seperti pengumpul, Pedagang Antar Pulau (PAP), distributor, dan pengecer yang membentuk jejaring rantai pemasaran. Petani jeruk di Kabupaten Sambas masih sulit memperoleh informasi tentang harga produk sehingga selalu dalam posisi yang dirugikan. Upaya mewujudkan Pengelolaan Rantai Pasokan agribisnis jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas-Kalimantan Barat dibahas dalam makalah ini.
Kata kunci : Jeruk Siam, agribisnis, pengelolaan rantai pasokan, efisiensi.

Abstract
Six principles of successful Citrus Agrobusiness Supply Chain Management was conducted at Sambas, West Kalimantan. The aim was to get some inputs or feedbacks in order to improve its efficiency. Consumers at Pontianak love Siam Pontianak which have: grade AB, sweet, smooth skin, and reachable price. Such an effort has to do to obtain good product, i.e. empowerment of Citrus Growers’ Group Affiliation to apply SOP. Margin profit of growers, wholesalers, distributors, and resalers is worthy of, more than 30%. The advantage enjoyed by farmer was the smallest, but it was still in normal line. Distribution flow of Siam Pontianak fruits from growers to consumers through wholesaler, inter island saler, distributor and resaler formed market chain network. Citrus grower at Sambas still have obstacle to get the information on price of product, so that they’re always in weak position. The efforts to realize the citrus agrobusiness SCM at Sambas are discussed in this paper.
Keywords : Agro business, efficiency, SCM, Siam.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event