Pengaruh Media Terhadap Daya Tumbuh Embrio Somatik Jeruk In Vitro

Prosiding Seminar Nasional PERHORTI 2014, halaman 48-54

Nirmala Friyanti Devy1*, Farida Yulianti1 dan Hardiyanto2
1Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Jl. Raya Tlekung No. 1, Junrejo, Batu, Jawa Timur 65301
2BPTP Sumatera Barat Jl. Raya Padang – Solok, KM. 40, Sukarami, Kab. Solok, Sumbar 25001
*e-mail : nfdevy@gmail.com

 

ABSTRAK
Kalus dapat diproduksi dari jaringan nuselus jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis L.) yang berasal dari biji buah muda umur 14 minggu setelah bunga mekar dan dikulturkan pada media inisiasi kalus Murashige and Skoog´s (MS). Pada tahap selanjutnya, kalus-kalus ini digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman. Penelitian pengaruh media terhadap daya tumbuh embrio somatik in vitro dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) sejak tahun Januari 2011 sampai Desember 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu komposisi media yang optimal bagi pertumbuhan embrio serta planlet jeruk Siam Kintamani pada perbanyakan melalui teknologi somatik embryogenesis (SE). Untuk mendapatkan embrio serta planlet, kalus dikulturkan pada tiga macam komposisi media yang terdiri dari media basal MS ditambah malt ekstrak (ME), Benzyl Adenin (BA) dan karbohidrat (yang didapat dari sucrose, sorbitol dan galaktose). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat embrio globular yang dihasilkan selama tiga bulan tertinggi pada media M3 (MS+ME+sukrose) dengan kenaikan berat 390 % dibandingkan kontrol/M1 (MS+sukrose). Namun pada perkembangan selanjutnja, embrio kotiledonary terbentuk pada media M2 (MS+ME+sorbitol+galaktose+BA) mencapai 90%, lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Pada fase perkembangan planlet, komposisi media M3 merupakan media paling optimal bagi pertunasan dan perakarannya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa setiap fase pertumbuhan pada perbanyakan SE diperlukan media dengan komposisi yang berlainan. Dengan mendapatkan media yang optimal pada setiap fase pertumbuhan, diharapkan perbanyakan jeruk melalui teknologi SE akan menghasilkan produk tanaman secara masal dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Kata kunci : Somatik embryogenesis, embrio, planlet, media, jeruk Siam Kintamani

ABSTRACT
Citrus callus can be produced from nuselus tissue of Siam Kintamani (Citrus nobilis L.), it derived from 14 weeks after anthesis of young seeds that cultured on callus initiation medium Murashige and Skoog’s (MS). At a later stage, those callus were used as the plant propagation material. This reseach was conducted at Tlekung Research Station, Indonesian Citrus and Subtropical Fruit Research Institute (ICiSFRI) from January 2011 to December 2013. The objective of this study is to obtain an optimal medium composition for the growth of the embryos and citrus plantlets of Siam Kintamani on propagation via somatic embryogenesis technology (SE). To obtain embryos and plantlets, callus cultured on three types of media composition comprising MS basal media plus malt extract (ME), Benzyl adenine (BA) and carbohydrates (derived from sucrose, sorbitol and galactose). The results showed that highest weight of globular embryos during the three-month cultured was on M3 medium (MS + ME + sucrose) with a 390% increase in weight compared with the control / M1 (MS + sucrose). However, in the next step of the development, percentage of cotiledonary embryos were formed highest in M2 medium (MS + ME + sorbitol + galactose + BA) (90%). In the phase of development of the plantlets, M3 media composition was the most optimal medium for germination and rooting plantlets. It can be concluded, that at every phase of growth in SE, it required propagation media with different compositions.
Keywords : Somatik embryogenesis, embryo, plantlet, media, Siam Kintamani citrus

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event