Pengaruh Insektisida Berbahan Aktif Klorpirifos dan Sipermetrin Terhadap Kutu Loncat (Diaphorina citri) dan Kutu Daun (Toxoptera sp.) pada Tanaman Jeruk

(Effect Of Insecticide With Active Ingredient Chlorpyrifos And Sipermetrin On Citrus Psyllid (Diaphorina citri) And Aphids (Toxoptera sp.) In Citrus Crop)

Prosiding Seminar Nasional II Tahun 2016, Kerjasama Prodi Pendidikan Biologi FKIP dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, 26 Maret 2016: 77-84

Wicaksono, RC. dan S. Wuryantini

Abstrak

Tanaman jeruk merupakan salah satu tanaman hortikultura yang menguntungkan untuk diusahakan. Seiring dengan perkembangan pertanaman jeruk, peningkatan produktivitas dihadapkan pada berbagai kendala, khususnya organisme pengganggu tanaman (OPT). Kutu loncat jeruk (D. citri) dan kutu daun (T. citricidus), merupakan hama penting pada tanaman jeruk. Kutu loncat merupakan vektor penyakit Huanglungbing (HLB) yang sebelumnya disebut penyakit CVPD dan kutu daun adalah vektor penyakit Citrus Tristeza Virus (CTV) dimana keduanya merupakan penyakit penting yang berbahaya bagi tanaman jeruk. Penelitian insektisida Klorpirifos 500 g/l dan Sipermetrin 50 g/l terhadap kutu loncat (Diaphorina citri) dan kutu daun (Toxoptera sp.) pada tanaman jeruk dilaksanakan dilapang, yaitu di kebun jeruk milik petani di desa Karangnongko Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang diuji adalah Klorpirifos 500 g/l dan Sipermetrin 50 g/l konsentrasi 0,5 ml/l; 1,0 ml/l; 1,5 ml/l dan 2,0 ml/l. Insektisida pembanding dengan bahan aktif tunggal klorpirifos 200 g/l 2,5 ml/l dan insektisida berbahan aktif sipermetrin 50 g/l 1,0 ml/l dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klorpirifos 500 g/l dan Sipermetrin 50 g/l pada semua tingkatan konsentrasi yang dicoba efektif menekan populasi hama Kutu loncat D. citri. pada tanaman jeruk, sebanding dengan Klorpirifos 200 g/l konsentrasi 2,5 ml/l dan Sipermetrin 50 g/l konsentrasi 1,0 ml/l. Untuk menghindari dampak residu dan resistensi maka aplikasi insektisida Klorpirifos 500 g/l dan Sipermetrin 50 g/l di lapang disarankan menggunakan konsentrasi rekomendasi yang rendah (0,5 – 1,0 ml/l).

Kata Kunci : Jeruk, Diaphorina citri,Toxoptera,Klopirifos, danSiprmetrin

Abstract

Citrus is one of the profitable horticultural crops. Along with the development of the citrus crop, increased productivity faces with many obstacles, especially plant pests. Citrus psyllid (D. citri) and aphids (T. citricidus), are important pest of citrus. Citrus psyllids are vectors of Huanglongbing (HLB) previously called CVPD disease and aphids are vectors Citrus Tristeza Virus (CTV) which are both important diseases that are harmful to citrus crops. Investigation on controlling citrus psyllids and aphids using insecticide chlorpyrifos 500 g/l and cypermethrin 50 g/lwas done in grower‘s field in the villageKarangnongkoPoncokusumo District of Malang. Treatment werearranged in a randomized block design with seven treatments and four replications. The treatments tested were chlorpyrifos 500 g/l and cypermethrin 50 g/lwith concentration of 0.5 ml/l ; 1.0 ml/l ; 1.5 ml/l and 2.0 ml/l. As comparison,insektididawith the sole active ingredient ofchlorpyrifos 200 g/l 2.5ml/l and insecticide with active ingredient Sipermetrin 50 g/l of 1.0 ml/l and control were used. The results showed that chlorpyrifos 500 g/l and cypermethrin 50 g/l at all levels of concentration tested were effectively suppress pest populations of D. citri, which were comparable to chlorpyrifos 200 g/l concentration of 2.5 ml/l and cypermethrin 50 g/l concentration of 1.0 ml/l. To avoid residual effect and resistance,it isrecommendation to use the low concentration of recommendation (from 0.5 to1.0 ml/l) of insecticides Chlorpyrifos 500 g/l and cypermethrin 50 g/l in the field.

Keywords: Citrus, D. citri, Toxoptera, Klopirifos, and Siprmetrin

Artikel lengkap bisa didownload di sini atau di sini

Agenda

no event