Penerapan PTKJS Berbasis Lahan Kering di Konawe Selatan

 

Provinsi Sulawesi Tenggara adalah satu diantara sentra produksi jeruk nasional. Jeruk di Sultra terdapat di beberapa kabupaten yaitu Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Buton dan Muna. Konawe Selatan mendapat julukan sebagai surganya pertanian di Sultra, karena banyak komoditas pertanian dihasilkan dari daerah tersebut, salah satunya jeruk.

Produksi jeruk secara nasional beberapa tahun terakhir menurun, hal demikian juga terjadi di Konawe Selatan sebagai sentra produksi jeruk di Sultra yang mana luas panen jeruk Siam dan Keprok mengalami fluktuasi dan secara umum menurun sebesar 9,70% selama kurun waktu 2011 -2015 dengan luasan 48,119 ribu ha. Perlu dilakukan upaya untuk menjaga stabilitas produksi buah jeruk dan mengatasi terus menurunnya produksi jeruk .

Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) untuk diadopsi petani. Untuk lebih mempercepat transfer teknologi dilakukan pelatihan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) melalui tim peneliti dan teknisi dari Balitjestro dan BPTP Sulawesi Tenggara, 28-29 Juli 2017. Di Konawe Selatan  jeruk ditanam di lahan kering sehingga penerapan PTKJS didasarkan pada kondisi lahan disana .

Pelatihan diikuti oleh petani anggota kelompok di desa Aunupe dan petugas (penyuluh) lingkup kecamatan Wolasi sebanyak 30 orang. Lokasi untuk praktek pelaksanaan penerapan teknologi dipilih satu kebun milik petani anggota kelompok yang dijadikan demoplot.

Materi pelatihan adalah PTKJS secara umum, namun berdasarkan permasalahan yang terhimpun dan kondisi tanaman dalam kebun, pada prakteknya ditekankan beberapa hal teknis diantaranya pemangkasan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian penyakit Diplodia.

Petani dan petugas diberikan pengarahan mengenai kondisi tanaman, kesuburan lahan dan serangan penyakit diplodia di lokasi demoplot, sehingga lebih lanjut dapat diberikan teknologi bagaimana memangkas yang baik, membuat lubang pupuk dan aplikasi pupuk, serta pengendalian penyakit diplodia

Dengan dilaksanakannnya kegiatan ini diharapkan adopsi teknologi Balitbangtan oleh petani dapat meningkat, sehingga berangsur angsur kondisi pertanaman jeruk di Konawe Selatan akan menjadi lebih baik dan dapat kembali menjadi sumber pendapatan utama petani yang akan berujung meningkatnya kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. (Susi W, dkk)