Peneliti Balitjestro Rancang Stroberi Tropika

20140205_103929Pada tahun 2012, Indonesia mengimpor stoberi senilai 12 miliar rupiah tetapi juga mengekspor sebanyak ¼ nilai impornya. Artinya, petani kita telah mampu memproduksi buah stroberi yang bermutu hanya jumlahnya belum mencukupi permintaan pasar domestik.

Dalam brainstroming  stroberiku, stroberimu, stroberi kita mau dibawa ke mana?, yang dipimpin oleh Arry Supriyanto telah dirumuskan tiga kegiatan besar penelitian stroberi pada renstra Balitjestro 2015-2019. Pertama, Smart seed.   Benih stroberi bebas virus yang telah dihasilkan Balitjestro melalui kultur meristem akan terus disempurnakan dengan menginduksikan  bakteri endofit dan jamur yang akan menjadikan benih cerdas ini  setelah  ditanam di lapang mampu menetralisir kondisi tidak menguntungkan di sekitar perakarannya untuk tumbuh kembang secara optimal.

Ke dua, tropikanisasi stroberi.  Dalam menjawab 3 target varietas unggul baru 5 tahun mendatang, peneliti pemulia tanaman Balitjestro sepakat memeras semua kemampuannya untuk menghasilkan varietas stroberi yang beradaptasi baik di dataran medium 300-500 m dpl., produktivitas tinggi, dan mutu buah prima, yaitu berwarna merah, tekstur lembut,  dan bercita rasa manis.

Ke tiga, Go  stroberi organik. Pengelolaan kebun stroberi di Indonesia ke depan harus berbasis teknologi ramah lingkungan  sehingga selain menyehatkan juga aman dikonsumsi. Ketiga topik tersebut masing-masing akan dibahas lebih rinci pada minggu-minggu selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event