Pendampingan Teknologi Jeruk di Sulawesi Barat

Kabupaten Mamuju (Sulbar) merupakan salah satu sentra pertanaman jeruk lahan gambut dan penghasil buah jeruk terbesar di Indonesia yang dikenal dengan jeruk Siam Mamuju. Populasi tanaman jeruk siam pada tahun 2010 mencapai 2.800.000 pohon atau setara dengan 7.000 hektar, namun umur tanaman dan produktivitasnya terus menurun disebabkan karena benih yang ditanam petani adalah benih tidak bermutu dan perawatan tanaman produktif sangat kurang.

Berdasarkan potensi daerah yang mendukung bahwa petani memiliki lahan yang cukup luas (1-6 ha), usahatani berorientasi bisnis, produk dijual/ dipasarkan, banyak alternatif pilihan komoditi sehingga jeruk merupakan pilihan yang sangat tepat untuk diusahakan karena mempunyai kesesuaian dengan lahan dan agroklimat daerah yang dinilai secara  ekonomi sangat menguntungkan.

Menurut Informasi kelompok tani bahwa saat ini di Kecamatan Dapurang luas lahan pertanaman jeruk Siam mencapai 500 ha (200.000 pohon) telah berumur 7-10 tahun, jeruk keprok Terigas 207 ha (82.800 pohon) telah berumur 2.5-4 tahun yang ditanam di lahan kering (30-40%) dan lahan basah/gambut (60-70%) Populasi tersebut diperkirakan telah berkurang karena tanaman mati, alih fungsi lahan dan alih komoditas yang jumlahnya mencapai 30%. Kondisi fisik pertanaman bervariasi, ada yang tidak terpelihara (merana) dan ada yang dipelihara dengan baik, tetapi secara umum tanaman belum dipelihara dengan baik.

Narasumber dan atau pemandu berasal dari Balitjestro dan LPTP Sulbar (Kepala LPTP, Penjab kegiatan dan tim (3 orang). Peserta yang hadir berjumlah 53 orang yang merupakan perwakilan dari 6 (enam) kelompok tani, yaitu: 1). Kelompok Tani Sri Sejati (Ketua: Sdr. Abd. Hamid), 2). Kelompok Tani Anugerah (Ketua: Sdr. Masri), 3). Kelompok Tani Cendrawasih (Ketua: Sdr. Jamaludin), 4). Kelompok Tani Mekarsari (Ketua: Sdr. Hamzah), 5). Kelompok Tani Berkah (Ketua: Sdr. H. Rahim), 6). Kelompok Tani Matulu Tellue (Ketua: Sdr. Abd. Rasyid).

Pendampingan di lapang oleh Setiono
Pendampingan di lapang oleh Setiono

Untuk mendukung pengembangan jeruk di wilayah ini, Setiono menyampaikan materi pelatihan yang disampaikan dalam bentuk power point, bertempat di rumah salah satu anggota kelompok tani, sedangkan kegiatan peninjauan dan praktek pemeliharaan tanaman jeruk produktif (umur 4 tahun) yang ditanam di lahan kering  dilaksanakan di kebun milik Abd. Rasyid, pemeliharaan tanaman jeruk di lahan rawa  umur 2,5 tahun milik Bpk. Sinrang dan jeruk produktif umur 3,5 tahun milik Abd. Hamid.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event