Pembekalan Mahasiswa Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balitjestro

[cml_media_alt id='1092']PKLMahasiswa[/cml_media_alt]

Praktek Kerja Lapang (PKL) adalah mata kuliah yang dilaksanakan secara mandiri di lapangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa :

  • mendapat pengalaman kerja pada kondisi yang sesunguhnya pada lokasi praktek
  • mampu menggali dan menganalisa permasalahan di lapang
  • mampu mempraktekan teori di lapang
  • mempunyai ketrampilan
  • mampu bekerjasama dengan pihak lain
  • mampu menumbuhkan jiwa mandiri dan kewirausahaan.

Sesuai dengan kalender akademik dari masing-masing Perguruan Tinggi (PT), periode PKL di Balitjestro biasanya dimulai pada bulan April – Oktober. Pada bulan Mei 2015 ini, Balitjestro menjadi obyek lokasi PKL mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga Jateng dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, NTT sejumlah 9 mahasiswa, dengan data sebagai berikut:

[cml_media_alt id='1093']PKLBalitjestro[/cml_media_alt]

Sesuai dengan regulasi yang berlaku di Balitjestro, sebelum pelaksanaan PKL mahasiswa perlu dibekali materi untuk menunjang pelaksanaan PKL. Pembekalan dilakukan oleh Ir. Agus Sugiyatno, MP, selaku Koordinator Jasa Penelitian. Materi yang diberikan adalah:

  1. Disiplin, bimbingan, pembuatan laporan dan presentasi
  2. Profil Balitjestro ; komoditas mandat, Tupoksi dan hasil penelitian

Pada pembekalan materi 1, bahwa semua mahasiswa yang melaksanakan PKL harus tunduk pada peraturan disiplin yang berlaku di Balitjestro, misalnya berpakaian rapi, masuk dan pulang tepat waktu, tidak membuat keributan, ijin tidak masuk memberitahu pembimbing, dapat bekerjasama dengan baik dan lain-lain. Untuk proses pembimbingan, mahasiswa diharapkan lebih pro aktif, mengingat pembimbing lapang tugasnya tidak hanya membimbing mahasiswa tetapi tugas utamanya adalah melakukan kegiatan penelitian dan kegiatan lain menunjang program Balitjestro sehingga ada kemungkinan pembimbing lapang tidak selalu “stay” di kantor.

Dalam penyusunan laporan akhir, mahasiswa diharapkan sudah membuat draft laporan akhir selama masa PKL berjalan, misalnya minggu ke 1 membuat bab 1, minggu ke 2 membuat bab 2 dan 3, minggu ke 3 membuat bab 4 dan seterusnya. Hal ini perlu dilakukan agar saat berakhirnya masa PKL, mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam menyusun laporan akhir. Setelah draft laporan akhir yang telah dikoreksi pembimbing tersusun, mahasiswa diwajibkan melakukan presentasi dalam bentuk seminar dihadapan pembimbing lapang dan mahasiswa/siswa PKL lain dengan tujuan untuk menyampaikan kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama masa PKL, mendapatkan masukan dan saran dari peserta seminar, mengevaluasi pelaksanaan PKL dan perbaikan laporan akhir.

Pembekalan materi ke 2 tentang Profile Balitjestro, disampaikan bahwa komoditas mandat Balitjestro adalah tanaman jeruk, apel, anggur, lengkeng dan stroberi yang dirancang dalam kegiatan penelitian genetika, pemuliaan, perbenihan, agronomi, morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi dan fitopatologi, eksplorasi, konservasi, karakterisasi dan pemanfaatan plasma nutfah, serta komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis. Tugas utama dari Balitjestro adalah melaksanakan kegiatan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika dengan fungsinya pelaksanaan penelitian, penyiapan kerjasama, dokumentasi dan informasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian yang didukung pelayanan urusan tata usaha balai.

Hasil penelitian yang telah dilakukan Balitjestro adalah varietas unggul jeruk, apel, anggur dan lengkeng. Balitjestro dikenal juga sebagai pusat rehabilitasi tanaman jeruk dengan menghasilkan induk jeruk bebas penyakit yang diturunkan sampai menjadi benih sebar jeruk bebas penyakit. Kontribusi Balitjestro terhadap perbenihan jeruk nasional adalah mendukung penyediaan benih induk jeruk klas BPMT dan BF di sentra-sentra produksi dan daerah pengembangan baru di Indonesia. Sedangkan benih sebar jeruk bebas penyakit yang diproduksi oleh KPRI Citrus Balitjesttro mampu mewarnai pengembangan jeruk nasional yang didukung oleh teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) yang menjamin keberlangsungan hidup tanaman jeruk di lapang. Proses diseminasi dan transfer teknologi tanaman jeruk dan buah subtropika ke pengguna dapat dilakukan melalui penyebaran leaflet, buku, brosur dan poster, mengikuti dan mengadakan kegiatan pameran, pemagangan, mengikuti dan menyelenggarakan kegiatan seminar, serta mengikuti pertemuan ilmiah lain.

Dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa :

  • mempunyai pengetahuan tentang Balitjestro dengan Tupoksinya
  • mengetahui hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan
  • mengetahui teknologi yang dihasilkan
  • memberi bekal ilmu dalam pelaksanaan PKL
  • dan mampu mempraktekkan teknologi yang menjadi obyek PKL

Berita dan Foto; Agus Sugiyatno

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event