Pembangunan BPMT untuk Mendukung Perbenihan Jeruk di Kabupaten Jember

Kegiatan dalam menentukan lokasi pembangunan BPMT
Kegiatan dalam menentukan lokasi pembangunan BPMT

Untuk mendukung program perbenihan jeruk di Kabupaten Jember Balitjestro yang diwakili oleh Kasie Yantek Dr.Ir. Harwanto, M.Si dan teknisi Setiono, SP melakukan pendampingan dalam penentuan lokasi pembangunan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) di Kabupaten Jember beberap waktu lalu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan dari Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementan yang meminta dukungan narasumber dari Balitjestro.

Kegiatan yang dilakukan di sana yaitu berkoordinasi sebelum menentukan lokasi dengan Staf Dinas Pertanian Kabupaten Jember, yang didampingi oleh Kabid  Hortikultura ( Ir. Agus Suripto, MM) , Kasie Buah ( Ir. Kusmiyadi) dan Kasie Benih (Ir. Prasetyo) Koordinator Satgas Kabupaten Jember ( Ir. Bambang Dwi PPI) serta didampingi oleh Ketua Himpunan Petani dan Penangkar Jeruk “Sentosa” Bpk. Achmad Dimyati, dan Ketua Asosiasi Penangkar Jeruk “Arumsari” Haji M. Ikhsan.

Untuk membangun BPMT sekaligus lokasi pengkaran harus didasarkan pada persyaratan yaitu radius ± 3 km terbebas dari lokasi pertanaman jeruk sakit, tersedianya akses jalan yang memadai untuk mengangkut benih dari lokasi ke jalan penampungan atau bahkan ke jalan raya, tersedianya air irigasi, terjaminnya keamanan serta jaraknya tidak terlalu jauh dengan domisili anggota kelompok sehingga pengelolaan lebih efisien.

Untuk  memotivasi dan membekali pengetahuan seluruh anggota kelompok penangkar benih jeruk telah dilakukan pertemuan kelompok dan diberi materi Pengelolaan BPMT jeruk yang dipresentasikan dalam bentuk  tayangan power point, dan  masing-masing ketua kelompok diberi 1 bh buku Panduan Teknis Pengelolaan Blok Fondasi dan pengelolaan Blok penggandaan Mata Tempel Jeruk  Bebas Penyakit yang diterbitkan Balitjestro.

Semangat dan harapan seluruh anggota agar dapat mewujudkan kelompok penangkar yang dapat memproduksi benih bermutu tercermin pada saat sesi diskusi dan tanya jawab, karena mereka dapat membuktikan dari pengalaman petani jeruk di Jember , Banyuwangi dan Poncokusumo (Pasuruan) bahwa menanam jeruk menggunakan benih bermutu, berlabel biru bebas penyakit memberikan pertumbuhan yang baik serta produktivitas dan kualitas optimal. [setiono/balitjestro] 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event