Pemantapan Teknologi Penggantian Varietas

pemantapan teknologi penggantian varietas

Kegiatan Pemantapan Teknologi Penggantian Varietas Tanaman Buah-buahan di selenggarakan di Hotel Garden Palace, Surabaya mulai tanggal 27-30 Agustus 2014. Penyelenggara kegiatan ini adalah Direktorat Perbenihan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan.

Peserta berjumlah 32 orang terdiri dari petani, penangkar dan petugas yang berasal dari Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Bali.

Salah satu nara sumber kegiatan tersebut berasal dari Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) yaitu Ir. Agus Sugiyatno, MP yang menyampaikan materi “Teknologi Top Working Pada Tanaman Jeruk, Apokat dan Anggur.” Jeruk, apel dan anggur adalah buah yang menjadi komoditas penelitian di Balitjestro.

Sesi diskusi dengan peserta yang muncul beberapa pertanyaan, diantaranya adalah berapa produksi tanaman jeruk hasil top working di tahun pertama panen, apakah semua tanaman bisa dilakukan top working dan ada petani yang berbagi pengalaman top working durian tetapi hasilnya kurang bagus dibandingkan tanaman durian yang tidak di top working.

Dari pertanyaan tersebut dijawab bahwa produksi pertama tanaman jeruk hasil top working adalah ± 15 kg, hasil ini setara dengan produksi pertama tanaman jeruk baru, tetapi untuk tanaman top working lebih cepat antara 6 – 12 bulan. Teknologi top working adalah teknologi alternatif sehingga jika tanaman top working durian lebih jelek dibandingkan tanaman biasa, maka tidak perlu dilakukan top working. [Agus.S/Balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event