Pemanenan Buah Lengkeng

[cml_media_alt id='713']Buah Lengkeng[/cml_media_alt]1212Lengkeng memiliki keistimewaan pada buahnya yang memiliki rasa manis dan sangat jarang ditemukan asam, berbeda halnya dengan kerabatnya seperti rambutan atau leci, dan aroma yang wangi. Hal tersebut merupakan salah satu alasan buah lengkeng dihargai tinggi di kawasan Asia. Asia memproduksi lebih dari 90% total produksi buah lengkeng dunia. Meskipun demikian, lengkeng belum banyak dikenal di luar Asia.

Salah satu yang menghambat pemasaran buah lengkeng di luar Asia adalah sifatnya yang mudah rusak. Kulit buah lengkeng berubah menjadi keriput, kaku dan kecoklatan segera setelah dipanen. Jika tidak ditangani dengan baik, buah lengkeng menjadi rusak/busuk.

Penentuan Saat Panen

Lengkeng termasuk buah non-klimakterik , dimana setelah dipanen respirasi dan produksi etilen buah mengalami penurunan dan tidak mengalami proses pematangan jika buah telah dipanen. Pada buah non-klimakterik, saat panen perlu diperhatikan agar kualitas buah yang diperoleh optimal. Kandungan total padatan terlarut, total gula dan vitamin C buah mengalami peningkatan selama proses pemasakan buah. Penentuan saat panen lengkeng dapat diukur dari ukuran buah, warna kulit, kandungan TPT, total asam, rasio TPT:TA, rasa buah, dan umur buah (setelah bunga mekar). Diantara beberapa faktor tersebut penentuan saat panen buah berdasarkan warna kulit buah, rasa buah dan umur buah adalah yang umum dilakukan. TPT dapat juga diukur dengan cara menggunakan Handrefractometer (manual atau digital). Angka (% atau brix) yang ditunjukkan menunjukkan jumlah kasar padatan terlarut dalam jus buah, termasuk karbohidrat dan gula.

Tabel Penentuan saat panen buah

No Indikator Varietas Lokal Varietas Introduksi
1 Warna kulit buah Coklat-coklat tua Kuning kecoklatan-coklat cerah
2 Rasa buah Manis (brix minimal 14) Manis (brix minimal 18)
3 Umur buah 6 bulan 4-6 bulan (tergantung varietas)

Gambar 1 menunjukkan buah dengan variasi warna kulit untuk panen yang optimal. Buah di sebelah kiri adalah buah lengkeng lokal (Mutiara Poncokusumo ) dan sebelah kanan adalah varietas introduksi ( Itoh)

Pemanenan

[cml_media_alt id='712']Pemanenan Buah Lengkeng[/cml_media_alt]Pemanenan buah dilakukan saat pagi hari untuk mengurangi penguapan air dari buah dan menghindari panas karena sengatan matahari. Panen saat hari hujan juga sebaiknya dihindari. Kerusakan buah saat panen dapat mempercepat proses pembusukan buah, karena itu proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Buah dipanen dengan cara memotong malai/tandan buah, atau butiran buah dipanen langsung dari tandannya dan ditempatkan dalam keranjang plastik atau bambu. Semua buah dalam satu pohon sebaiknya dipanen secara bersamaan kecuali jika tingkat kematangan antar tandan buah berbeda jauh. Buah yang telah dipanen diletakkan di tempat yang teduh dan jika memungkinkan segera dibawa ke bangsal pengepakan. (Sumber: C.M. Menzel and G.K. Waite. 2005. Litchi and Longan. Botany, Production, and Uses. CABI Publishing)

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event