Pemagangan Perbanyakan Benih Bagi Petugas Kabupaten Yalimo

[cml_media_alt id='2334']yalimo1[/cml_media_alt]Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam menerapkan teknologi perbanyakan benih, Petugas Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Yalimo Papua melakukan pemgangan di Balitjestro. Fredrik Y. Rumboirusi, S.Pi Sekretaris Dinas Pertanian Yalimo mewakili peserta pemagangan mengharapkan dengan adanya pelatihan ini akan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang perbenihan yang benar dan  dalam upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam transfer ilmu kepada para petani dalam rangka pengembangan kawasan buah-buahan di Yalimo.

Pemagangan  yang dilaksanakan pada tanggal 29 April-03 Mei 2013 diikuti oleh 14 penyuluh dan petugas  yang diterima langsung oleh Dr.Ir. Muchdar Soedarjo, Msc  kepala Balitjestro.  Beliau mengharapkan dengan adanya pelatihan ini penyuluh dapat mengimplementasikannya ke daerahnya agar pengembangan jeruk dan buah lainnya di Kabupaten Yalimo  dapat terlaksana dengan baik dan meningkat kualitasnya serta hasil yang diharapkan dapat maksimal. Sehingga ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menumbuhkan semangat untuk lebih mencintai buah lokal dibandingkan dengan buah impor.

Dalam pemagangan diberikan berbagai materi yang terkait dengan teknologi perbenihan dan pengendalian hama penyakit yang disampaikan oleh tim peneliti dan teknisi Balitjestro. Adapun mteri-materi-materi yang disampaikan antara lain, Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS), Teknologi Pengelolaan Pohon Induk Buah-buahan dan Teknologi Perbanyakan Benih Jeruk Bebas Penyakit. Kemudian materi lain yang disampaikan adalah, teknologi pengendalian hama penyakit Jeruk , Apel, Durian dan Rambutan dan juga teknologi Top Working. Selain mendapatkan teori peserta magang juga melakukan praktek langsung di lapang. Hal ini untuk lebih meningkatkan keterampilan sehingga ke depan mampu diaplikasikan di Yalimo.

Untuk lebih menggugah semangat pengembangan kawasan buah-buahan di Yalimo peserta juga melakukan kunjungan lapang di kebun petani di Dau Malang. Di kebun milik Ladi seluas sekitar 1 ha pertanaman jeruk ditanam dengan sistem tumpang sari dengan cabe. Ternyata dengan cara seperti ini menghemat biaya produksi untuk tanaman jeruk sekaligus mendapatkan untung yang lebih. Dengan umur tanaman yang masih 3 tahun hasil yang didapat mencapai 50kg/pohon. Dengan melihat hasil seperti itu diharapkan mampu menggugah semangat untuk mengembangkan jeruk maupun buah lokal sehingga mampu bersaing dengan buah impor.

Pelatihan ini ditutup oleh Dr.Harwanto,Msi Kasie Yantek dan Jaspen mewakili kepala Balai yang dalam sambutannya mengharapkan agar apa yang diterima dalam pelatihan ini dapat diaplikasikan petugas di Yalimo sehingga akan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dan secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani.

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event