Pelatihan RSGIS untuk Mendukung Riset Balitjestro

Pertanian era 4.0 menjadi solusi dalam menjawab berbagai tantangan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Penduduk Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 275 juta. Tentunya demografi penduduk seperti ini mendorong meningkatnya permintaan produk berstandar dan efisiensi dalam usaha tani.

Dalam menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian mendorong transformasi usaha tani ke industri pengolahan hasil pertanian, petani go-digital, serta penguatan kelembagaan petani berbasis korporasi dan kawasan.

Dalam rangka meningkatkan kefahaman mengenai pertanian era 4.0 bagi peneliti dan teknisi, Kelti Ekofisiologi dan Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi (UTIK) Balitjestro mengadakan serial pelatihan, kali ini mengambil tema Application of RSGIS to Support Precision Agriculture.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Malus Balitjestro pada Jum’at, 21 Desember 2018. Hadir sebagai pembicara yaitu: Dr Firman Hadi, Remote Sensing Specialist Asian Institute of Technology.

Pada sesi kuliah umum, materi yang dibahas adalah konsep dasar remote sensing, konsep dasar GIS (geographic information system), dan penerapan RSGIS untuk mendukung pertanian yang presisi. Sedangkan sesi khusus, yaitu pelatihan teknis untuk peneliti dan pengelola UTIK Balitjestro membahas teknis operasional GIS, antara lain: administrasi geoserver, input data vector, raster dan basis data dan studi kasus.

Dengan diselenggarakan pelatihan ini diharapkan pemahaman mengenai pertanian era 4.0 semakin kuat dan peneliti mampu mengintegrasikannya untuk mendukung capaian penelitian Balitjestro. Tentunya topik lain seperti Internet of Thing (IoT) akan menjadi salah satu topik menarik dikaji oleh tim UTIK pada pelatihan selanjutnya. (Hnf)