Pelatihan Inovasi Perbenihan Jeruk di Kepulauan Selayar

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) melalui  Balitjestro mengadakan pelatihan Inovasi Perbenihan Jeruk di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, 9-10 November 2017.

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Selayar.  Dalam materi tersebut disampaikan rencana kegiatan pengembangan jeruk Keprok Selayar serta perbenihannya  ke depan oleh sekretaris dinas Fattah Amir mewakili Kepala Dinas Pertanian.

Selanjutnya dilanjutkan penyampaian penjelasan kegiatan Balitbangtan dalam mendukung perbenihan jeruk sehat di Selayar oleh kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Dalam program perbenihan hortikultura yang dicanangkan Kementerian Pertanian, Sulawesi Selatan termasuk salah satu dari beberapa provinsi yang akan didukung pengembangan perbenihannya. Dengan demikian Selayar sebagai penghasil jeruk keprok yang sempat berjaya yaitu Keprok Selayar akan didukung pengembangannya dengan inovasi teknologi yang dihasilkan balitbangtan sehingga akan bangkit kembali.

Kemudian disampaikan regulasi dan sertifikasi perbenihan yang disampaikan Faridaaini dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Selatan. Materi ini sangat penting bagi penangkar yang akan mengedarkan benih khususnya jeruk kepada petani. Dengan berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan maka peredaran benih dapat terkontrol dan kualitas benih yang sehat dapat terjamin. Karena  dalam proses perbenihan akan diawasi oleh BPSB sehingga apabila sudah mengikuti aturan yang berlaku dapat diberikan label dan siap siar.

Untuk menghasilkan benih yang sehat harus mengacu pada alur perbenihan yang benar. Dimulai dari pemilihan batang bawah yang tepat, media tanam, serta pemeliharaannya. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ir. Anang Triwiratno, MP dalam materinya. Dengan dukungan inovasi perbenihan diharapak petani/penangkar dapat mengadopsi teknologinya untuk diterapkan dalam perbanyakan benih yang sehat dan dapat disertifikasi oleh BPSB.

Materi selanjutnya yaitu pengendalian penyakit pada benih jeruk disampaikan oleh Dr. Sri Widyaningsih. Pengendalian hama dan penyakit ini sangat penting karena benih sebagai faktor penting untuk menentukan keberhasilan agribisnis jeruk harus benar-benar bebas dari penyakit. Untuk itu dalam materi ini disampaikan cara-cara pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit pada benih jeruk.

Hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan praktikum perbenihan yang dipandu oleh Umi Nurul Taflikha. Dalam praktikum ini dilakukan proses perbenihan mulai dari penyiapan media, semai benih, transplanting samapai pada okulasi. Peserta yang berjumlah 40 orang yang terdiri dari 5 penangkar, 15 penyuluh dan 20 petani ini tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu mentransfrer teknologi khususnya perbenihan untuk dapat diterapkan terutama penangkar dalam menghasilkan benih jeruk yang sehat yang sesuai aturan. Disamping itu bagi petani dan petugas dapat menambah ilmu sehingga ke depan akan menggunakan benih yang sehat dan terjamin kualitasnya. Dengan benih sehat dan berkualitas Keprok Selayar akan terjaga kelestariannya dan tetap berproduksi tinggi serta diharapkan kembali menjadi komoditas unggulan Kepulauan Selayar. (fjr)