Pelatihan Budidaya Tanaman Jeruk dan Apel Petugas PTPN IX

Tanaman jeruk merupakan tanaman buah yang paling ekonomis untuk diusahakan saat ini, bahkan merupakan salah satu komoditas unggulan nasional yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mempunyai kontribusi dalam perekonomian nasional. Produksi buah jeruk nasional tahun 2009 sebesar 2.131.768 ton yang dihasilkan dari 60.190 ha luas panen. Masalah utama yang menyebabkan rendahnya produktivitas jeruk di Indonesia adalah belum terbebasnya sentra produksi jeruk dari penyakit CVPD yang disebabkan Liberobacter asiaticum dan ditularkan oleh kutu loncat Diaphorina citri, serta lambatnya proses alih teknologi.Balitjestro sebagai institusi yang memiliki teknologi inovasi hasil penelitian dan produk tanaman jeruk dan buah subtropika perlu mensosialisasikan melalui pengawalan teknologi sesuai kebutuhan pengguna.

Saat ini Balitjestro bekerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) dalam menyediakan benih dan pengawalan teknologi. Untuk meningkatkan pengetahuan, produksi dan kualitas tanaman jeruk di wilayah PTPN IX  perlu menyiapkan tenaga yang terampil melalui pelatihan Teknis Budidaya tanaman jeruk dan Apel.Tujuan pelatihan teknis ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta menambah wawasan petugas PTP Nusantara IX yang akan dijadikan pelaksana atau  pendamping lapang dalam menerapkan Budidaya Tanaman Jeruk dalam mendukung pengembangan diwilayah PTP Nusantara IX (PERSERO). Pelatihan dilaksanakan di Balai Penelitian Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung pada tanggal 6  sampai dengan 9 Nopember 2012.

Acara diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Balaitjestro serta Direktur Produksi PTP Nusantara IX (PERSERO) yang sekaligus membuka acara Pelatihan. Pelatihan diikuti 22 orang peserta yang terdiri dari 3 orang Kepala Urusan, 4 orang Karyawan Pimpinan, serta 15 orang Sinder dan Mandor kebun wilayah PTP Nusantara IX (PERSERO) YAITU KEBUN Kaligua, Semugih, Jolotigo, Getas dan Jollong, serta 6 orang exhibitor.

Materi Pelatihan terdiri dari 40 % (10 jam) teori yang disampaikan secara klasikal, serta 60 % ( 15 jam ) berbentuk praktikum baik dilapang maupun dilaboratorium, serta fieldtrip kesentra produksi jeruk diwilayah Selokerto Kecamatan Dau.Materi yang telah disampaikan pada Pelatihan ini terdiri dari 10 materi penting yang berkaitan dengan Budidaya Jeruk dan Apel, Yaitu :

  1. Program Pengembangan Jeruk di Indonesia
  2. Teknologi Budidaya Apel dan Jeruk Bebas Penyakit
  3. Purigasi untuk meningkatkan produksi dan mutu buah.
  4. Pengenalan Hama Utama Jeruk dan Apel serta Pengendaliannya Berbasis Ramah Lingkungan
  5. Pengenalan Penyakit Utama Jeruk dan Apel serta Pengendaliannya Berbasis Ramah Lingkungan
  6. Peramalan Hama dan Penyakit.
  7. Teknologi Pengendalian Pecah Buahh. Estimasi Produksi dengan AESPRO
  8. Pembuatan dan Pemanfaatan Agen Hayati di Lapang
  9. Praktikum

Galeri Foto Pelatihan :

Related Post

Tinggalkan Balasan