Pelajar MTs Attaraqqie Antusias Mengenal Jeruk dan Buah Subtropika

MTsAttaraqqie

Pada hari Kamis, 30 Oktober 2014 sebanyak 84 pelajar kelas VII Madrasah Tsanawiyah Attaraqqie Purtra dari Malang berkunjung ke Balitjestro. Menurut Zainul Abidin, kunjungan ini bertujuan untuk memberi pengenalan bagi pelajar mengenai buah-buahan nusantara, terutama jeruk dan buah subtropika.

Mereka tampak membawa lembaran kertas kuning yang berisi tugas studi tentang jenis-jenis buah dan cara budidayanya. Rombongan diterima oleh Agus Sugiyatno sebagai Kepala Jaslit (Jasa dan Penelitian) di Balitjestro dan profil disampaikan oleh Zainuri Hanif. Yang menarik adalah ketika sesi penjelasan itu para pelajar tersebut antusias bertanya. Mereka tidak malu-malu untuk menanyakan mengenai keamanan memakan buah jeruk yang berpenyakit, jenis-jenis buah apel dan berbagai pertanyaan lainnya.

Kunjungan lapang dibagi menjadi 4 yaitu ke kebun lengkeng, apel, anggur dan jeruk. Peneliti dan teknisi yang memandu yaitu Buyung Al Fanshuri, Rudi Cahyo, Didiek dan Anis Andrini. Apel dan anggur dalam kondisi pembuahan awal, sedangkan lengkeng dan jeruk masih proses pembungaan. Tentunya para pelajar ini ingin melihat langsung bentuk buahnya dan ingin mencoba menikmati sensasi memetik buahnya. Kami pun menyarankan waktu yang lebih tepat jika akan melakukan kunjungan dan melakukan petik buah.

Anggur
Buah Anggur setelah pangkas 2 bulan yang lalu

Bagi anak-anak dan pelajar, keunggulan buah nusantara perlu terus dipromosikan. Mereka belum begitu tahu berbagai informasi keunggulan dan potensi pertanian Indonesia. Dan kunjungan seperti ini menjadi sarana efektif untuk memberi pengalaman yang membekas. Siapa tahu ke depan ada beberapa diantara mereka yang kelak menjadi peneliti handal, pelaku agribisnis maupun pejabat yang mampu berkontribusi untuk pengembangan pertanian.

Untuk Malang dan sekitarnya memang tidak sulit untuk menemui buah jeruk dan apel lokal karena sentra produksi ada di daerah Batu dan Malang. Namun, sebaran sentra produksi yang tidak merata dan berbagai persoalan teknis seperti tansportasi menyebabkan sebaran produksi petani Indonesia belum bisa dinikmati berbagai kalangan di luar daerah. Tentunya ini menjadi tantangan bersama. [zh | balitjestro]

 

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event