Partisipasi Balitjestro dalam “Expo Buah Nusantara” di Solok

Expo Buah Nusantara yang diselenggarakan di Kebun Percobaan Sumani Solok tanggal 9 – 11 Nopember 2010 mengambil tema “Dukungan Teknologi Inovatif untuk Mendorong Komersialisasi Buah Tropika”. Acara ini berjalan cukup sukses, beberapa acara yang dilaksanakan yaitu 1) Pameran teknologi dan produk buah tropika; 2) Gelar teknologi semangka, melon, pepaya dan pisang; 3) Pelatihan teknologi budidaya buah tropika; 4) Demo memasak berbahan baku buah tropika; 5) Lomba karya tulis ilmiah tingkat SLTP dan SLTA se Sumatera Barat; 6) Lomba buah unggul; 7) Workshop pengembangan buah di Sumatera Barat; 8) Pemecahan rekor MURI dengan kategori makan nasi goreng pisang 3.000 orang dan koleksi plasma nutfah pisang terbanyak.

Dalam acara ini Balitjestro berpartisipasi dalam pameran teknologi dan produk buah nusantara dengan menampilkan benih jeruk bebas penyakit, buah jeruk unggulan Keprok Batu 55, jeruk manis Pacitan, leaflet dan poster. Melalui pameran ini Balitjestro mengenalkan produk unggulan tidak hanya dilihat di poster tetapi benih dan buah sesuai agroklimat setempat disediakan di stand. Selain Balitjestro, Balitbu, Balithi dan Balitsa tergabung dalam satu tenda ukuran 6 x 6 m dibawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

Pameran di buka oleh Bupati Solok dan Kepala Puslitbanghortikultura, Dr. Yusdar Hilman disambut tari tarian selamat datang. Setelah acara resmi dibuka para pejabat daerah dan Kepala Puslitbanghortikultura serta rombongan mengadakan kunjungan ke beberapa stand, salah satunya di Balitjestro. Sambil menikmati buah jeruk, dalam kunjungannya beliau mengatakan bahwa jeruk nusantara kita tidak kalah dengan jeruk impor terbukti dari kesegaran dan kandungan vitaminnya. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan jeruk dalam negeri perlu adanya kerjasama antara dinas terkait, pemda dalam menyediakan kawasan hortikultura yang baru dan balai penelitian dalam hal pengawalan teknologi sehingga terjadi ekselerasi yang indah dan akan muncul produk baru sesuai kebutuhan pengguna.

Pada kesempatan ini Badan Litbang kembali memecahkan 2 rekor MURI sekaligus yaitu makan nasi goreng pisang sebanyak 3.000 orang dan koleksi plasma nutfah pisang terbanyak. Hari pertama stand dipadati pengunjung dari kalangan pelajar SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, Dinas, Swasta dan petani dengan jumlah ± 500 orang. Pada umumnya pengunjung sangat antusias dan ada kepuasan tersendiri jika berkunjung ke stand Balitjestro, ada hal yang menarik dimana pengunjung bisa mengenal dan belajar teknologi yang dihasilkan Balitjestro sekaligus mendapat kesempatan menikmati buah yang disediakan di meja stand. Beberapa acara menarik lainnya yaitu lomba karya tulis ilmiah tingkat SLTP dan SLTA se Sumatera Barat serta dilakukan gelar teknologi dan panen bersama buah semangka, melon, pepaya dan pisang di visitor plot KP. Sumani.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event