Analisis Keragaman Plasmanutfah Apel (Malus pumila Mill) dengan Primer Inter-Simple Sequence Repeat Polymerase Chain Reaction

Analisis Keragaman Plasmanutfah Apel (Malus pumila Mill) dengan Primer Inter-Simple Sequence Repeat Polymerase Chain Reaction

Apel, Artikel
ABSTRAK. Metode konvensional untuk identifikasi kultivar didasarkan pada deskripsi vegetatif pohon dan karakteristik buah. Teknik ini membutuhkan waktu dan terjadi penyimpangan karakter akibat variasi lingkungan yang mempengaruhi ekspresi karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 10 varietas apel dari kebun koleksi plasmanutfah dengan menggunakan penanda molekular berbasis mikrosatelit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika,  mulai bulan Juli 2006 – Desember 2006. Sebanyak 8 primer ISSR digunakan untuk mengamplifikasi sampel DNA. Dari 8 primer yang dicoba 3 primer menunjukkan polimorfis. Dari ketiga primer tersebut diperoleh 260 alel yang 139 diantaranya (53.46%) polimorfis di dalam 29 lokus. Primer-primer

Audiensi Evaluasi Kinerja Perbenihan Jeruk dengan Dirjend Hortikultura

Berita
Dalam rangka menindaklanjuti penelitian Crash Program Jeruk 2012 yang berjudul “Evaluasi Kinerja Perbenihan dan Revitalisasi Industri Benih Jeruk di Indonesia”, Balitjestro mengadakan audiensi dengan Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi dan Direktorat teknis lainnya di Jakarta. Penelitian ini mengambil lokasi di 9 provinsi sentra jeruk di Indonesia yaitu di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan NTT. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) Mengevaluasi dan merumuskan   perbaikan  teknis pengelolaan  BF, BPMT, dan Blok Produksi Benih Komersial, dan sistem sertifikasi benihnya. (2) Mengevaluasi dan merumuskan penguatan kelembagaan pelaku perbenihan jeruk nasional dari   pusat-daerah dalam prose
Sentra Anggur di Indonesia

Sentra Anggur di Indonesia

Anggur, Artikel
Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur ( Kediri, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo), Bali dan Kupang (NTT). Bali sampai ke NTB dan NTT sebenarnya potensial sebagai kawasan pengembangan anggur.  Kawasan ,Tegal, Ambarawa dan beberapa kota di Pantura sudah sejak jaman Belanda sudah  mengembangkan anggur "buah" jenis Isabella,  hasilnya cukup baik. Isabella juga pernah dikembangkan di Palu, Sulteng dengan hasil sebaik anggur impor, namun pengembangan anggur di Palu ini terhenti karena kendala pemasaran. Selain kendala pemasaran, Anggur Probolinggo dan Bali  tidak berkembang karena merupakan anggur wine. Indonesia sebenarnya juga punya koleksi puluhan jenis anggur,  baik untuk buah segar, wine maupun kismis, yang berlokasi  di Kebun Percobaan Banjarsari, Pasuruan. Jadi pengembangan

Kawalan Teknologi dalam Rangka Perbaikan Mutu Buah Anggur PTPN XII

Berita
Salah satu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balitjestro yang ditetapkan didalam program kegiatan adalah pengawalan penerapan inovasi teknologi di sentra produksi Hortikultura yang termasuk didalamnya adalah komoditas anggur.PTPN XII salah satu pengguna teknologi sebagai mitra Balitjestro telah mengembangkan komoditas anggur sejak Januari 2010 sebanyak 5.000 tanaman terdiri 3 ( tiga ) varietas pada lahan 10 ha. Agar hasil pelaksanaan penerapan tekonolgi  budidaya komoditas anggur dimaksud dapat tercapai sesuai harapan maka  pengawalan dari Balitjestro sangat diperlukan.Dari pengawalan ini akan diperoleh informasi sebagai bahan evaluasi dan mencari solusi permasalahan yang timbul dilapang. Untuk tujuan dimaksud maka Kepala Balitjestro  menugaskan staf teknis untuk melaksanakan tugas p

Perkembangan Apel di Poncokusumo

Berita
Untuk melihat kondisi pertanaman apel di poncokusumo Ka Balitjestro menugaskan staf peneliti dari Balijestro untuk melakukan kunjungan lapang di sana. Survey dilakukan di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo sebagai salah satu sentra produksi apel di Kabupaten Malang. Wilayah ini berada pada ketinggian 700 – 1000 mdpl. Luas lahan apel di Desa Poncokusumo sebanyak 250 ha dengan seorang petani rata-rata memiliki 0,25 ha lahan apel. Rata-rata umur tanaman adalah 20 – 30 th dengan kondisi tanaman yang cukup bagus. Saat ini fase tanaman apel di lahan petani ada yang sedang berbunga, berbuah, panen dan bahkan sudah ada yang rompes. Pada tahun 1998 saat terjadi krisis moneter, harga saprodi meningkat tajam, hal ini menyebabkan banyak petani yang beralih fungsi dan terjadi penurunan luasan p

Pengembangan Tanaman Jeruk Sistem Sorjan di Batola

Berita
Dalam rangka melakukan kawalan teknologi jeruk, Kepala Balitjestro Dr.Ir Muchdar Soedarjo, MSc melakukan kunjungan lapang ke kawasan jeruk di Barito Kuala.  Barito Kuala (Batola) merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang diwarnai oleh kebakaran gambut dan menyebabkan awan asap pada musim kemarau. Asap yang tebal ini dapat menyebabkan sesak saat bernafas dan mengurangi jarak pandang (jarak pandang 1-2 m saat asap tebal). Bahkan, asap hasil kebakaran gambut menyebabkan suhu udara (atmosfer) harian meningkat karena awan asap menahan panas dari bumi. Peningkatan suhu harian diasumsikan berpengaruh terhadap laju fotosintesis maupun terhadap perkembangan hama dan penyakit tertentu. Di Batola sendiri lahan yang banyak tersedia merupakan lahan gambut. Lahan gambut di Batola pada mu

Studi Banding Tim Website Balitjestro ke BB Padi Sukamandi

Berita
Seiring perkembangan teknologi website merupakan salah satu saluran penting bagi instansi pemerintah untuk menyampaikan berbagai informasi untuk disampaikan kepada masyarakat. Akses untuk mendapatkan informasi akan lebih mudah didapat sehingga tidak lagi menjadi hambatan bagi khalayak untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Dalam era keterbukaan informasi saat ini website alat utama untuk memberikan gambaran instansi pemerintah dalam penyelenggaraan segala macam bentuk kegiatan. Dalam rangka pengembangan website, tim website Balitjestro mengadakan studi banding di Balai Besar Padi Sukamandi (3-6 Desember 2012). BB Padi merupakan salah unit kerja di bawah Badan Litbang Pertanian yang dalam 2 tahun terakhir menjadi pemenang dalam pengelolaan website. Untuk itu tim website Balitjestro ...

Eksplorasi Keragaman Jeruk di Maluku Tenggara

Berita
Kepulauan Maluku masih menyimpan berbagai macam buah eksotis yang masih dapat dikembangkan potensinya. Dalam rangka eksplorasi tanaman jeruk di Maluku Tenggara, ditemukan berbagai macam jenis varietas jeruk yang belum banyak diketahui masyarakat umum. Sebelum melakukan eksplorasi terlebih dahulu dilakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Tual, yang ditemui oleh Kepala Dinas Ir. M. S. Z Banjar , Kabid. Pertanian Srihono dan Kasie Hortikultura Jafar Lestaloho, SP dan staff Hortikultura Suyanto,SP kemudian dilanjutkan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maluku Tenggara yang ditemui oleh Kepala Dinas Ir. Felix B. Tethool, Kabit Pertanian Ir. Amin Latukonsia dan staff Hortikultura. Eksplorasi , karakterisasi dan  koleksi tanaman jeruk dilaksa

Pelatihan Budidaya Tanaman Jeruk dan Apel Petugas PTPN IX

Berita
Tanaman jeruk merupakan tanaman buah yang paling ekonomis untuk diusahakan saat ini, bahkan merupakan salah satu komoditas unggulan nasional yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mempunyai kontribusi dalam perekonomian nasional. Produksi buah jeruk nasional tahun 2009 sebesar 2.131.768 ton yang dihasilkan dari 60.190 ha luas panen. Masalah utama yang menyebabkan rendahnya produktivitas jeruk di Indonesia adalah belum terbebasnya sentra produksi jeruk dari penyakit CVPD yang disebabkan Liberobacter asiaticum dan ditularkan oleh kutu loncat Diaphorina citri, serta lambatnya proses alih teknologi.Balitjestro sebagai institusi yang memiliki teknologi inovasi hasil penelitian dan produk tanaman jeruk dan buah subtropika perlu mensosialisasikan melalui pengawalan teknologi sesuai kebutuhan pe...
Prospek Pengembangan Varietas-varietas Unggul Anggur di Daerah Sentra Produksi

Prospek Pengembangan Varietas-varietas Unggul Anggur di Daerah Sentra Produksi

Anggur, Artikel
ABSTRAK Anggur merupakan tanaman asli Eropa dan Asia Tengah yang kini sudah ditanam di berbagai belahan bumi, termasuk di Indonesia. Untuk memenuhi kekurangan konsumsi dalam negeri Indonesia masih    impor,  yang dari sisi volume menduduki ranking kelima terbesar sesudah apel, jeruk, pear dan kurma. Tetapi dari sisi nilai, menduduki tempat keempat. Pada saat ini banyak kita jumpai buah anggur impor yang membanjiri  supermaket, swalayan  dan pasar tradisional diseluruh pelosok tanah  air, mulai yang berwarna merah, hijau dan ungu dengan kisaran harga yang tinggi antara  Rp.30.000,- Rp.60.000/kg.  Sedangkan buah anggur dalam negeri lebih murah dengan harga berkisar Rp 15.000,-- Rp 25.000, dengan kualitas setara. Padahal tanaman anggur ini sudah beradaptasi baik dilingkungan tropika Indonesi

Pengarahan Kepala Balitbangtan dalam Upaya Peningkatan Kinerja Balitjestro

Berita
Dalam sela-sela kunjungan di Jawa Timur Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono menyempatkan mengunjungi Balitjestro.  Dalam kunjungannya tersebut beliau meninjau Kebun Percobaan Punten sebagai salah satu kebun yang sudah baik dalam penataannya. Beliau  memberikan apresiasi positif terhadap perkembangan Kebun Percobaan Punten yang mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun. Selain penataan pembibitan serta sarana dan prasarana yang memadai KP Punten juga meningkatkan produksi benih baik benih sebar, BF maupun BPMT. Sehingga diharapkan akan mampu memenuhi permintaan yang semakin banyak. Setelah mengunjungi KP Punten Ka Badan juga menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan dengan karyawan Balitjestro di aula Balitjestro. Sebelum pertemuan  mengunjungi Laboratorium Somatic

Tungau Karat (Eriophyidae = Phyllocoptruta oleivora (Ashmead) Penyebab Burik Buah Jeruk dan Cara Pengendalian

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Tanaman jeruk merupakan salah satu tanaman hortikultura yang menguntungkan untuk diusahakan karena potensi pasar domestik yang terus berkembang.  Perkembangan luas areal tanam jeruk di Indonesia pada lima tahun terakhir berlangsung sangat cepat.  Pada tahun 1997 luas panen sekitar 24.563 ha  dengan produksi 696.422 ton.  Pada akhir tahun 2002 luas panen mencapai 47.824 ha dengan total produksi 968.132 ton, atau terjadi peningkatan luas panen sebesar 94% dan produksi sebesar 40% Pada dua tahun terakhir terjadi serangan organisme pengganggu tanaman yang menyebabkan kualitas buah turun karena penampilan buah kurang menarik  yang menyebabkan buah menjadi kusam atau burik. Hasil survei yang dilakukan di sentra produksi jeruk manis, keprok dan siam di JATIM, SUMUT, KALBAR, memperlihatkan b

Kelemahan Revitalisasi Jeruk Nasional

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Sentra jeruk di Indonesia pada periode tahun 1960 sampai dengan 1980an mengalami kemerosotan populasi yang tajam karena dilanda oleh penyakit CVPD (Citrus Vein Vloem) atau citrus greening yang dewasa ini secara internasional disebut “Huang Longbing”. Berbagai upaya penyembuhan antara lain dengan menginfus tanaman terserang menggunakan Oxytetracyclin tidak memberikan hasil memuaskan, sehingga akhirnya dilakukan eradikasi (pembongkaran) secara besar-besaran.  Penyakit ini merupakan bahaya laten yang setiap saat bisa mengancam sentra produksi yang sudah terbangun maupun tanaman baru yang akan dikembangkan, karena tanaman yang terserang sulit/tidak bisa disembuhkan dan konon menurut pakar jeruk belum ada obat yang mujarab untuk menyebuhkan penyakit CVPD. Asa menggeser buah jeruk impor yang

Penyuluh Pertanian BPP Kabupaten Banjar Menimba Ilmu Budidaya Tanaman Jeruk

Berita
15Peningkatan kemampuan Penyuluh pertanian dipandang perlu ditingkatkan, karena mereka merupakan media utama untuk menyampaikan hasil-hasil teknologi pertanian kepada para petani atau swasta. Demikian juga yang dilakukan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Banjar. Ir. H. Eddy Hasby  (Kepala penyuluh Kabupaten Banjar) mewakili peserta pemagangan mengharapkan dengan adanya pelatihan ini akan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang budidaya tanaman jeruk yang sehat dalam upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam transfer ilmu kepada para petani dan swasta di Kabupaten Banjar . Untuk itu diharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh karena pada nantinya akan diimplementasikan ke daerahnya.  Pemagangan  yang dilaksanakan pada tanggal 8-12 Oktober 201

Monev dan Sosialisasi Pelaksanaan SPI UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian Jawa timur

Berita
Untuk meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan pengelolaan laporan serta menciptakan kehandalan dalam laporan di lingkungan pemerintah perlu dilakukan dengan Sistem Pengendalian Internal (SPI) secara benar dan tepat. Untuk memberikan sosialisasi mengenai Sistem Pengendalian Internal (SPI) maka Badan Litbang Pertanian Pertanian menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi serta Sosialisai SPI di Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika ( Balitjestro ) . Acara ini diikuti oleh UPT Badan Litbang lingkup Jawa Timur dan laksanakan selama 3 hari pada tanggal 23 sampai dengan 25 Oktober 2012. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) kepada pejabat dan pegawai lingkup pertanian sesuai amanah yang tertuang dalam Peraturan Peme...

Permasalahan Serta Strategi yang Dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam Pengembangan Jeruk Keprok SoE

Artikel, Jeruk
PENDAHULUAN Pengembangan tanaman jeruk keprok SoE sebenarnya telah di mulai pada tahun 2002 dengan sentra utamanya di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tersebar terutama di  kecamatan Mollo Utara, Mollo Selatan, Amanuban Barat, dan kecamatan Kuatnana sebagai sentra baru.  Populasi Jeruk Keprok di kabupaten TTS sampai Tahun 2011 sebanyak 475.000 pohon dengan rincian : tanaman berproduksi : 271.459 pohon, dan  tanaman yang belum produksi : 203.541 pohon  dengan produksi totalnya  pada tahun 2010 mencapai 10.240 ton.  Potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan Jeruk Keprok SoE yang belum digarap sekitar 22.793 ha. Pengembangan tanaman baru tahun 2011 menggunakan dana DAU sebanyak 5000 pohon untuk desa desa Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu,  desa Naukae Kecamatan Kuatnana,  desa Mnelalete

Kunjungan Anggota Dewan dalam Rangka Pengembangan Kawasan Jeruk di Magetan

Berita
Dalam rangka pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Anggota komisi B DPRD Kabupaten  Magetan, dan Dinas Pertanian Kabupaten Magetan mengadakan kunjungan di Balitjestro, Selasa (18/09/2012). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang budidaya jeruk yang sehat dalam usaha meningkatkan hasil produksi  jeruk dan sebagai pendorong dalam usaha pengembangan selanjutnya. Saat ini jeruk yang berkembang di Magetan yaitu Pamello yang telah menjadi produk unggulan lokal maupun nasional. Balitjestro sebelumnya telah melakukan pendampingan mengenai pengembangan jeruk Pamello ini hingga para petani mampu mengembangkan sendiri tanaman jeruk pamello hingga saat ini. Dalam sambutannya Ketua Komisi B DPRD Suratman, SP menjelaskan mengenai rencana pe

Balitjestro akan mengadakan “International Publication Workshop”

Berita
Publikasi internasional Balitjestro yang sangat rendah menuntut peneliti Balitjestro untuk lebih profesional lagi dalam bekerja dan mengemas hasil penelitiannya. Hasil penelitian Balitjestro sudah cukup banyak, beberapa bahkan bisa masuk jurnal internasional. Namun, karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang kepenulisan jurnal Internasional membuat publikasi internasional Balitjestro masih nihil. Oleh karena itu, Koordinator program yang baru, Dita Agisimanto mengajak semua peneliti mengikuti  "International Publication Workshop"  yang akan diselenggarakan di Aula Balitjestro pada 14-19 September 2012 dengan mendatangkan Dr. Jaime Texeira (Jepang). Peneliti diminta membuat paper yang akan direview selama acara berlangsung.  

Pelatihan Budidaya Jeruk Kabupaten Ketapang

Berita
Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan mutu buah jeruk, Dinas Pertanian Dan Peternakan  Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat mengirimkan sejumlah petugas dan petani untuk mengikuti pelatihan Petugas dan Petani Penanganan Mutu Buah-buahan  di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. Ir. Susana Heni, MM (Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Ketapang) mewakili peserta pelatihan mengharapkan dengan adanya pelatihan ini akan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang budidaya jeruk yang sehat dalam upaya peningkatan mutu dari produksi jeruk di Ketapang Kalimantan Barat. Untuk itu diharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh karena pada nantinya akan diimplementasikan ke daerahnya. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 September  ini di

Monev Pengelolaan Plasma Nutfah Stroberi

Berita
Stroberi menjadi komoditi penelitian di Balitjestro sejak 4 tahun yang lalu. Dan sampai sekarang, perkembangannya belum menggembirakan. Di seluruh Indonesia, diperkirakan saat ini lebih dari 500 hektar lahan yang ditanami stroberi. Semuanya ada di dataran tinggi. Sampai sekarang ini, secara nasional kebutuhan benih stroberi yang tinggi belum terpenuhi. Impor benih menjadi salah satu alternative, meskipun biaya membengkak dan harus melewati karantina pertanian. Dr. Muchdar Kepala Balitjestro melakukan tinjauan langsung ke lapang dan memberi arahan agar stroberi di kebun dapat maksimal. Kualitas buah yang masih beranekaragam dan tampilan tanaman yang tidak segar menjadi fokus utama monev kali ini.  Tim plasmanutfah Balitjestro ditantang untuk menghasilkan buah stroberi yang lebih baik ata