Tambah Wawasan, Petani Jeruk Jember Berkunjung ke Balitjestro

Tambah Wawasan, Petani Jeruk Jember Berkunjung ke Balitjestro

Berita
Kamis, 14 September 2017, sebanyak 6 (enam) orang petani berkunjung ke salah satu kebun Balitjestro tepatnya di Kebun Percobaan (KP) Banaran di Desa Banaran, Bumiaji, Batu. Kunjungan ini merupakan inisiatif dari PT Biotis Agrindo yang merupakan salah satu perusahaan yang menekuni bisnis distribusi pestisida. Perusahaan tersebut membawa beberapa petani binaannya untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang budidaya tanaman jeruk di Balitjestro. Ady Cahyono, Kepala KP Banaran, menerima dengan baik kunjungan tersebut yang dimulai dari pagi hingga siang hari. Mulai dari persiapan tanam, pemeliharaannya, sampai dengan pengendalian hama dan penyakit dijelaskan secara tuntas dalam diskusi tanya jawab. Terlebih lagi Eko Setyono, perwakilan dari PT Biotis yang sekaligus berprofesi sebag...
Tabulampot Jeruk Sebagai Alternatif Usaha di Masa Pensiun

Tabulampot Jeruk Sebagai Alternatif Usaha di Masa Pensiun

Berita
PT Powerindo NS selaku penyelenggara kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dan Bisnis masa Purna Bhakti bagi karyawan PT Aneka Tambang yang diikuti 30 peserta mengadakan kunjungan lapang ke Kebun Percobaan Punten Balitjestro, Rabu 13/09/2017. Kegiatan ini bertujuan untuk belajar budidaya tanaman buah khususnya jeruk di masa pensiun. Sehingga di masa itu para karyawan tetap produktif dalam kesehariannya Kunjungan  ini diterima oleh Kusnan Kepala KP Punten. Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang teknologi tabulampot  jeruk  beserta peluang usaha taninya. Dalam penyampaiannya dijelaskan tentang tahapan-tahapan dalam mengembangkan tabulampot jeruk, mulai dari pemilihan varietas, benih, proses tanam sampai dengan pasca panennya. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan memberi manfa
Balitjestro Siap Jalin Kerjasama Kembangkan Jeruk Keprok di Temanggung

Balitjestro Siap Jalin Kerjasama Kembangkan Jeruk Keprok di Temanggung

Berita
Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Temanggung mengadakan kunjungan ke Balitjestro untuk konsultasi pengembangan jeruk dengan diikuti 10 peserta, Senin 11/9/2017. Menurut Ir. C. Masrik Amin Zuhdi, MM Kepala Dinas Pertanian, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merintis rencana kerjasama pengembangan tanaman jeruk untuk konservasi lahan dan mendukung agrowisata di Temanggung. Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mempunyai wilayah dengan dataran tinggi dan pegunungan. Dengan kondisi ini beberapa komoditas hortikultura dapat dikembangkan di sini seperti sayur, tanaman hias dan buah yang sesuai lokasi. Kunjungan ini diterima oleh Koordinator jasa penelitian Ir. Agus Sugiyatno, MP. Kemudian dijelaskan sekilas tentang profil Balitjestro yang meliputi tupoksi dan inovasi tekno...
Empat Teknologi Bagi Pertanian Jeruk: Petani Sebaiknya Pakai Pukap Jestro

Empat Teknologi Bagi Pertanian Jeruk: Petani Sebaiknya Pakai Pukap Jestro

Liputan Media
Sumber: Surya, 31 Agustus 2017, halaman 17 Dulu jeruk menjadi salah satu primadona tanaman yang ditanam petani Kota Batu selain apel. Namun merosotnya produksi jeruk akibat serangan hama dan penyakit membuat petani enggan menanam jeruk, sehingga kini sepertinya Kota Batu bukan lagi sebagai sentra pertanian jeruk. Melihat permasalahan itu, empat pakar peneliti tanaman jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Desa Tlekung, Kota Batu, berusaha keras menciptakan inovasi untuk meningkatkan kualitas jeruk. Mereka pun akhirnya menemukan empat inovasi. Keempat peneliti itu adalah Susi Wuryantini dengan inovasi "Sistem Pakar Monitoring Hama Jeruk", Ir. Sutopo Msi. dengan membuat Pupuk Lengkap Lepas Larnbat (Pukap), Ir. Nurhadi dengan inovasi Kit Dete...
Balitjestro Launching Empat Inovasi

Balitjestro Launching Empat Inovasi

Liputan Media
Sumber: Malang Post, 31 Agustus 2017, halaman 19 BATU - Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Kota Batu kembali mengeluarkan inovasi teknologi dan produk unggulan tanaman jeruk. Empat inovasi sekaligus dikeluarkan lembaga berlokasi di Jalan Raya Tlekung Kota Batu dan langsung dipublikasikan, Rabu (30/8) kemarin. Empat inovasi tersebut adalah sistem pakar untuk monitoring OPT jeruk, pukap jestro atau pupuk lengkap lepas lambat, KIT deteksi cepat sebagai solusi dalam penanganan penyakit CVPD daerah endemis, serta Bark Pesticide Aplikator (BPA). "Sistem pakar merupakan teknologi rancang bangun menghasilkan sistem aplikasi untuk pemantauan organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada pohon jeruk. Dengan sistem ini, pemantauan bisa dilakukan secara re...
Balitjestro Perkenalkan Empat Inovasi Teknologi Jeruk

Balitjestro Perkenalkan Empat Inovasi Teknologi Jeruk

Liputan Media
Sumber: memorandum, 31 Agustus 2017, halaman 4 Batu, Memorandum Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Tlekung, Junrejo, Kota Batu, memperkenalkan empat inovasi teknologi baru tanaman jeruk, Rabu (30/8). Kepala Seksi Pelayaanan Teknis dan Jasa Penelitian Balitjestro, Anang Tri Wiratno, mengatakan Balitjestro berhasil mendiseminasikan atau menyebarkan empat inovasi baru. Pertama, system pakar untuk monitoring organisme penganggu tanaman (OPT) jeruk. Kedua, pupuk lengkap lepas lambat (slow realease ferttilzer). Ketiga, sistem pakar untuk monitoring organisme pengganggu tanaman (OPT). Sistem ini untuk melakukan OPT jeruk secara real time berbasis web. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau perkembangan atau serangan OPT jeruk secara langsung d...
Gaung Kebangkitan Hortikultura di Talkshow Indonesian Horticultural Club (IHC)

Gaung Kebangkitan Hortikultura di Talkshow Indonesian Horticultural Club (IHC)

Berita
Mengusung tema “Bersama Kita Siap Mewujudkan Kebangkitan Hortikultura Nusantara”, Talkshow Indonesian Horticultural Club (IHC) telah digelar Selasa, (5/9/2017) di The Margo Hotel, Depok. Acara ini dihadiri oleh lembaga pemerintah lingkup Kementerian Pertanian dan stakeholders bidang hortikultura seperti perusahaan perbenihan, UGM, IPB, ITB, petani penangkar, ASBENINDO, PTPN, dan lainnya. Acara ini diselenggarakan untuk menjalin dan memperkuat networking, menggali permasalahan isu-isu strategis hortikultura nasional, serta menggali peran inovasi dalam pengembangan hortikultura nasional. Selain itu juga sebagai ajang bertukar informasi dari para stakeholder untuk pembangunan hortikultura. Saat membuka acara, Kepala Balitbangtan, Dr. Muhammad Syakir menyampaikan bahwa Indonesia memiliki
Workshop Inovasi dan Teknologi Unggulan Jeruk

Workshop Inovasi dan Teknologi Unggulan Jeruk

Berita
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika selain tugas pokok dan fungsinya melaksanakan penelitian dan menghasilkan  inovasi teknologi tanaman jeruk dan buah subtropika mempunyai tugas untuk mendiseminasikan inovasi teknologi unggulannya kepada masyarakat pengguna agar meningkatkan pemanfaatannya sesuai  dengan  kebutuhan  dan  kapasitas  adopsi  pengguna  teknologi  (masyarakat,  industri,  dan pemerintah). Salah satu kegiatan unruk duseminasi yaitu dengan mengadakan kegiatan workshop "Inovasi Teknologi dan Produk Unggulan Jeruk Balitjestro' Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 30 - 31 Agustus 2017, bertujuan untuk Memaparkan 4 inovasi teknologi baru;  Melakukan demonstrasi dan pelatihan kepada stake holder; press conference dengan media massa dan elektronik terkait tre
Launching Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern, Mentan: Teknologi Mekanisasi Dapat Merubah Dunia

Launching Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern, Mentan: Teknologi Mekanisasi Dapat Merubah Dunia

Liputan Media
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Bahkan kemajuan teknologi mekanisasi pertanian akan menjadikan pertanian jaya, sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat diwujudkan. "Yang bisa merubah Indonesia adalah peneliti, yang bisa merubah dunia adalah teknologi. Dan yang merubah pertanian adalah mekanisasi. Kejayaan pertanian ada di tangan litbang," demikian kata Amran saat melakukan Launching Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern Hortikultura dan Pemberian Agroinovator Award di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Kamis (24/8/2017). Pada kesempatan ini akan dilaunching 24 alat dan mesin pertanian (al...
Monitoring Organisme Pengganggu Tanaman Jeruk Menggunakan ES

Monitoring Organisme Pengganggu Tanaman Jeruk Menggunakan ES

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Penelitian teknologi rancang bangun Expert System (ES) menghasilkan program atau sistem aplikasi untuk melakukan pemantauan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) utama jeruk berbasis web yang dapat digunakan sebagai komponen monitoring perkembangan hama di lapangan secara real time. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk monitoring perkembagan populasi atau serangan OPT jeruk secara langsung dan tidak langsung di lapangan yaitu aplikasi sistem pakar dan remote sensing berbasis teknologi informasi (WEB). Pengguna dapat melakukan pengamatan secara online pada aplikasi sistem pakar yang hasilnya akan secara otomatis terekam pada sistem. Hasil pengamatan yang terekam menunjukkan status serangan OPT saat itu (real time) di lokasi atau daerah pengamatan tertentu di masing-masing lokasi....
Kembangkan Jeruk Keprok, Petani dan Petugas Kabupaten Magetan Studi Lapang di Balitjestro

Kembangkan Jeruk Keprok, Petani dan Petugas Kabupaten Magetan Studi Lapang di Balitjestro

Berita
  Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengadakan studi lapang ke Balitjestro, Kamis 10/8/2017.  Kegiatan yang diikuti 30 peserta yang terdiri dari petugas dan petani ini bertujuan untuk pengembangan kawasan jeruk keprok di Kabupaten Magetan. Dalam  kunjungan lapang ini disampaikan materi budidaya jeruk sehat oleh Ir. Sutopo, M.Si di Kebun Percobaan Punten. Dalam mengembangkan jeruk perlu adanya teknologi budidaya yang tepat agar dapat berproduksi tinggi dan tanaman tetap terjaga. Materi tersebut meliputi, pemilihan varietas, penanaman, pemupukan pemangkasan, pengendalian hama penyakit, panen sampai dengan pasca panen. Dalam mengelola kebun jeruk perlu diterapkan paket teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Se
Jeruk jadi Andalan Perkebunan di Wilayah Perbatasan

Jeruk jadi Andalan Perkebunan di Wilayah Perbatasan

Liputan Media
Di kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan di Pulau Kisar Maluku Barat Daya terdapat komoditas jeruk yang dapat dikembangkan secara luas karena memiliki keunggulan. Di Nunukan dan Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia  penanaman komoditas jeruk makin diminati oleh petani, bahkan dianggap sebagai komoditas baru yang lebih menguntungkan dibanding komoditas yang telah ada sebelumnya, namun memang harus ada perhatian khusus terhadap pemeliharaan tanaman jeruk yang diketahui lebih padat teknologi dan modal, dibanding komoditas selain jeruk. Seperti dikutip dari pertanian.go.id, hari ini, salah satu hasil yang menarik adalah pemilihan Keprok Borneo Prima dan Tejakula yang diketahui buahnya bisa berwarna oranye apabila ditanam di Kabupaten Nunukan yang berada di sebelah
FGD Untuk Pengembangan Jeruk yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan

FGD Untuk Pengembangan Jeruk yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Berita
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Kamis, 3 /8/ 2017. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali informasi tentang kondisi dan permasalahan usahatani jeruk di Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu sentra produksi jeruk yang mengalami perkembangan cukup pesat yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 11.000 ha, namun pengelolaan kebunnya belum didukung oleh inovasi teknologi jeruk, sehingga rentan serangan CVPD dan daya saingnya masih relatif rendah. Dalam kegiatan FGD ini, Balitjestro sekaligus mensosialisasikan kegiatan demoplot budidaya jeruk berbuah sepanjang tahun (bujangseta) seluas 10 ha di Kecamatan Cluring, untuk ...
Bujang Seta di KP Banaran

Bujang Seta di KP Banaran

Liputan Media
Sumber: SinarTani, Edisi 19 – 25 Juli 2017 No.3711 Tahun XLVII Ada Bujang Seta di KP Banaran! Bujang Seta disini bukan berarti sebagai pemuda lajang, tapi itu adalah singkatan dari Buah Berjenjang Sepanjang Tahun. Di kebun percobaan ini banyak teknologi baru yang diaplikasikan, diantaranya Bujang Seta. KP Banaran ini adalah kebun yang ditugaskan untuk memproduksi buah konsumsi, berada di ketingian 950 m dpl dengan luas hanya 1,2 hektar. Kendati kebun tidak terlalu luas, produksi buah yang bisa dihasilkan sangat signifikan. Kebun ini adalah salah satu kebun yang memberikan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang cukup lumayan. Untuk membuat berbuah sepanjang tahun teknologi, perlu aplikasi pemupukan secara kontinyu dengan cara aplikasi pupuk padat yang dikombinasik
Lengkeng Berbuah Lebat: Teknik melebatkan buah lengkeng sekaligus berbuah susul-menyusul

Lengkeng Berbuah Lebat: Teknik melebatkan buah lengkeng sekaligus berbuah susul-menyusul

Liputan Media
Sumber: TRUBUS EDISI KHUSUS - 573 AGUSTUS 2017/XLVIII, halaman 58-59 Deretan pohon lengkeng di kebun Ace Ciptaharja sarat buah. Pohon anggota famili Sapindaceae itu bersosok pendek, hanya 1,5 m. Semua cabang pohon merunduk menahan buah yang berbobot 1-3 kg per tandan. Di sebuah pohon terdapat setidaknya 50 tandan. Melihat ribuan pohon pendek dan berbuah lebat itu sangat menakjubkan. Di bagian lain ada juga pohon yang tengah berbunga dan pohon lain berbuah sebesar kelereng. Pekebun di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, itu menanam total 4.500 lengkeng di lahan 35 hektare. Ace Ciptaharja menanam 3 varietas lengkeng pada 2012, yaitu itoh, no name, dan new kristal. Sejak 2015 ketika pohon Dimocarpus longan berumur 2 tahun tanaman telah berbuah. Produktivitasnya cuk...
Peluang Investasi Jeruk di Masa Pensiun

Peluang Investasi Jeruk di Masa Pensiun

Berita
Menjelang masa purna tugas karyawan Sari Husada mengadakan studi lapang ke Balitjestro, Kamis 03/8/2017. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara lokakarya dan pelatihan yang diadakan lembaga INSMART sebagai bekal menghadapi masa pensiun. Kegiatan ini diterima oleh Ir.Otto Endarto, M.Si peneliti Balitjestro. Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang teknologi budidaya jeruk  beserta peluang usaha taninya. Dalam penyampaiannya dijelaskan tentang tahapan-tahapan dalam mengembangkan agribisnis jeruk, mulai dari pemilihan varietas, benih, proses tanam sampai dengan pasca panennya. 26 peserta yang mengikuti kegiatan ini tertarik dengan peluang membudidayakan jeruk ketika sudah pensiun. Hal ini terlihat dari antusiasmenya ketika menerima materi budidaya jeruk. Selain itu diskusi juga
Penerapan PTKJS Berbasis Lahan Kering di Konawe Selatan

Penerapan PTKJS Berbasis Lahan Kering di Konawe Selatan

Berita
  Provinsi Sulawesi Tenggara adalah satu diantara sentra produksi jeruk nasional. Jeruk di Sultra terdapat di beberapa kabupaten yaitu Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Buton dan Muna. Konawe Selatan mendapat julukan sebagai surganya pertanian di Sultra, karena banyak komoditas pertanian dihasilkan dari daerah tersebut, salah satunya jeruk. Produksi jeruk secara nasional beberapa tahun terakhir menurun, hal demikian juga terjadi di Konawe Selatan sebagai sentra produksi jeruk di Sultra yang mana luas panen jeruk Siam dan Keprok mengalami fluktuasi dan secara umum menurun sebesar 9,70% selama kurun waktu 2011 -2015 dengan luasan 48,119 ribu ha. Perlu dilakukan upaya untuk menjaga stabilitas produksi buah jeruk dan mengatasi terus menurunnya produksi jeruk . Salah satu upaya untu...
FGD untuk Mengatasi Permasalahan Jeruk di Konawe Selatan

FGD untuk Mengatasi Permasalahan Jeruk di Konawe Selatan

Berita
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) melalui balai yang terkait yaitu Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) melakukan kegiatan Focus Group Discusson (FGD) penerapan teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) berbasis lahan kering di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis 27 Juli 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan usahatani jeruk, yang diakui menjanjikan secara ekonomi namun belum didukung oleh pengelolaan kebun yang baik, sehingga produksi belum optimal, bahkan cenderung menurun Kegiatan tersebut berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra bersama  dinas terkait, petugas dan petani berdiskusi merencanakan kegiatan konkrit untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas.
Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali adakan Pers Tour di Balitjestro

Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali adakan Pers Tour di Balitjestro

Berita
  Jajaran Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali mengadakan kegiatan pers tour ke Balitjestro, Kamis, 27/07/2017. Kegiatan yang diikuti 25 peserta yang terdiri dari  awak pers dan praktisi humas pemprov Bali  ini bertujuan untuk meninjau pengembangan sektor pertanian Menurut  Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali I DewaEka Wijaya Wardana, SH, MH, kegiatan ini dapat dijadikan acuan dan perbandingan serta masukan dan inovasi dalam program-program Pemerintah Provinsi Bali. Bali mempunyai beberap jenis jeruk yang potensial untuk dikembangkan antara lain Keprok Tejakula dan Siam Kintamani . Namun saat ini jeruk tejakula sudah tidak banyak lagi dikembangkan Bali karena terkena serangan CVPD beberapa tahun lalu. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat m
Balitjestro jadi Tuan Rumah Pertemuan Dharma Wanita Puslitbanghorti

Balitjestro jadi Tuan Rumah Pertemuan Dharma Wanita Puslitbanghorti

Berita
Senin 24/07/2017, Balitjestro menjadi tuan Rumah untuk pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkup Puslitbanghorti. Dharma Wanita Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa), dan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) mengirimkan perwakilan dari masing-masing Lembaga tersebut. Pertemuan ini dihadiri sekitar 40 anggota DWP Lingkup Puslitbanghorti. Acara dimulai dengan wisata petik di Kebun Jeruk Balitjestro. Semua ibu-ibu DWP merasa senang dan  menikmati wisata petik ini. Setelah puas mencicipi buah jeruk dan berfoto, Ibu-ibu melanjutkan agenda selanjutnya yaitu pertemuan Dharma Wanita yang berisi sambutan dari Kepala Balitjestro, dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua DWP Puslitbanghorti, Nirmala F. Devy, serta sambutan dari Ketua