Nilai Kelayakan Ekonomi Usahatani Jeruk Siam

[cml_media_alt id='1252']jeruk siam madu dan siam pontianak - balitjestro[/cml_media_alt]Jeruk adalah salah satu buah yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Buah ini dapat dikonsumsi baik dalam bentuk segar maupun olahan. Kandungan di dalam jeruk terdapat vitamin C, karbohidrat, potasium, folat, kalsium, vitamin B1 – B6, dan senyawa fitokimia. Dengan demikian buah jeruk dapat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit flu, sebagai antioksidan yang baik untuk kulit karena dapat membantu melindungi kulit dari radikal bebas, membantu menyembuhkan demam, batuk, asma, masuk angin, dan sebagainya.

Tanaman jeruk beradaptasi sangat luas di Indonesia, dapat ditanam pada agroekosistem dataran rendah sampai tinggi dan beriklim kering sampai basah. Namun demikian, kelompok jeruk tertentu hanya dapat berproduksi optimal di dataran rendah, dan sebaliknya ada juga yang hanya dapat berproduksi optimal jika ditanam di dataran tinggi.

Salah satu faktor yang mendorong petani untuk menanam jeruk adalah karena komoditas ini merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat menguntungkan. Produktivitas usahatani jeruk cukup tinggi, yaitu berkisar 17-25 ton/ha dari potensi 25-40 ton/ha.  Dari jumlah tersebut, sekitar 70-80% jenis jeruk yang dikembangkan petani merupakan jeruk Siam. Daerah sentra produksinya hampir tersebar di seluruh propinsi di Indonesia dengan wilayah sentra utama diantaranya adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Jeruk Siam

Analisis kelayakan usahatani ini digunakan untuk mengetahui kelayakan usahatani jeruk siam secara finansial. Kriteria kelayakan yang digunakan adalah : 1) Net Present Value (NPV), merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh dalam suatu usaha yang dihitung dengan nilai sekarang. Sehingga nilainya dikalikan dengan faktor diskonto atau tingkat suku bunga bank yang berlaku saat ini. Usahatani dinyatakan layak jika NPV adalah lebih besar dari nol atau bernilai positif; 2) Internal Rate of Return (IRR), yang disebut juga dengan tingkat penghasilan, merupakan suatu tingkat bunga yang menunjukkan bahwa suatu jumlah nilai sekarang neto (NPV) sama dengan jumlah seluruh biaya investasi. Usahatani dinyatakan layak jika IRR lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku pada saat usahatani tersebut diusahakan; dan 3) Net B/C rasio, merupakan perbandingan antara keuntungan bersih dan biaya dari tahun-tahun yang bersangkutan yang dihitung dengan nilai sekarang. Net B/C juga menunjukkan tingkat efisiensi dari usahatani yang dilakukan. Usahatani dinyatakan layak jika Net B/C bernilai lebih besar dari satu.

Jeruk Siam Kintamani (kiri) dan Jeruk SIam Gunung Omeh (kanan)

 

Berdasarkan hasil survey dari beberapa daerah sentra produksi jeruk siam di Indonesia, didapatkan bahwa kisaran tingkat kelayakan usahatani jeruk siam nasional adalah sebagai berikut :

No. Kriteria Nilai
1. NPV Rp 91.430.830 – Rp 285.296.624
2. IRR 37,69 % – 53,31 %
3. Net B/C 1,82 – 3,90

Hasil perhitungan analisis tersebut menunjukkan bahwa kisaran nilai NPV pada tingkat suku bunga yang berlaku saat ini adalah sebesar Rp 91.430.830 – Rp 285.296.624, artinya jika dinilai dengan uang sekarang maka usahatani jeruk siam dapat menghasilkan total keuntungan sebesar Rp 91.430.830 – Rp 285.296.624 pada tingkat suku bunga 7%.

Untuk nilai IRR sebesar 37,69 % – 53,31 %, artinya usahatani jeruk siam memberikan tingkat pengembalian modal sebesar 37,85 % – 53,31 %. Oleh karena itu, usahatani ini merupakan pilihan yang lebih baik untuk menginvestasikan modal daripada uang tersebut disimpan di bank, karena tingkat pengembalian pada usahatani jeruk jauh lebih tinggi dari pada tingkat suku bunga bank.

Lebih lanjut, nilai net B/C rasio sebesar 1,82 – 3,90 yang artinya bahwa setiap Rp 100 biaya yang dikeluarkan untuk usahatani jeruk siam akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 182 – 390. Hal ini juga menunjukkan tingkat efisiensi usahatani cukup tinggi karena keuntungan yang diperoleh bisa dua kali lipat dari biaya yang dikeluarkan.

Dengan demikian, usahatani jeruk siam ini memang sangat menguntungkan dan sangat layak untuk terus dikembangkan karena memenuhi semua syarat kelayakan, yaitu nilai NPV usahatani jeruk siam lebih besar dari nol atau bernilai positif, nilai IRR atau tingkat pengembalian modal lebih besar daripada tingkat suku bunga bank yang berlaku, dan nilai Net B/C telah mencapai lebih besar dari satu.

[cml_media_alt id='1251']Pohon Jeruk Siam Gunung Omeh[/cml_media_alt]
Pohon Jeruk Siam Gunung Omeh

Oleh: Lizia Zamzami
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event