Model Pengembangan Sistem dan Usaha Agribisnis Jeruk Siam Pontianak

(System and Agribusiness Development Model of Siam Pontianak Citrus)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 143-167

Akhmad Musyafak, Jafri dan Tatang M. Ibrahim
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat

Abstrak
Dalam rangka mengembalikan kejayaan jeruk siam Pontianak Pemerintah Kabupaten Sambas di dukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Departemen Pertanian melakukan Program Pengembangan dan Rehabilitasi Jeruk Siam Pontianak dengan target luas tanam 10.000 ha. Untuk mendukung program tersebut diperlukan konsepsi pemikiran tentang model pengembangan jeruk siam Pontianak kearah sistem dan usaha agribisnis. Model tersebut mencakup model agroinput, agroproduksi, agroindustri, agroniaga dan sub sistem pendukung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh formulasi Model Sistem dan Usaha Agribisnis (SUA) Jeruk Siam Pontianak di Kalimantan Barat secara simultan. Kegiatan pengkajian ini dilakukan di Kabupaten Sambas dan sekitarnya. Waktu pelaksanaan antara bulan Januari sampai Desember 2006. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kebijakan yaitu mensintesa informasi hasil kajian survey, data sekunder, dan informasi lain yang relavan untuk memperoleh suatu kebijakan tentang Model sub sistem pendukung dalam pengembangan SUA jeruk Siam Pontianak. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) pelaku agribisnis jeruk siam Pontianak terdiri dari: sub sistem agro-input: (koperasi penangkar benih, toko saprodi, distributor saprodi, dan peternak ayam/produsen pupuk kandang; sub sistem agro-produksi (kelompok tani, gapoktan, PT. Mitra Jeruk Lestari, PT. Mitra Rimba Kalimantan Agro); Sub Sistem agro industri : (PT. Mitra Jeruk Lestari untuk pelilinan dan packaging, Citrus Center untuk jus jeruk); Sub Sistem-agroniaga (pengumpul, distributor lokal, pedagang antar pulau, peraih, pengecer, distributor luar pulau, dan pengecer luar pulau); sub sistem-pendukung (Penyedia jasa transportasi/ekspedisi, perusahaan telpon seluler, PT. Telkom, perbankan, BPTP Kalimantan Barat, Pemerintah Kab. Sambas, Pemerintah Prov. Kalimantan Barat). (2) Dalam Model Agro-input yang harus diperhatikan adalah sistem pembibitan jeruk bebas gejala penyakit; sistem pengadaan saprodi yang tepat waktu, dan tersedia secara berkelanjutan; sistem permodalan melalui skim SP3 dan LPKD; dan sistem pasokan teknologi. (3) Dalam Model Agro-produksi perlu penerapan secara luas dan sistematis paket teknologi yang tertuang dalam SOP Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS); pembinaan  kelembagaan kelompok tani dan gabungan kelompok tani, (4) Model agro-industri jeruk siam Pontianak dikembangkan dalam dua jenis usaha, yaitu industri penanganan buah segar (Fresh handling) dan industri pengolahan jeruk. Industri penanganan buah segar dilakukan oleh PT. Mitra Jeruk Lestari, sedangkan agroindustri jus jeruk dilakukan oleh Citrus Center dibawah supervisi Badan Litbang Pertanian. (5) Model agro-niaga melibatkan pengumpul, distributor, pedagang antar pulau, dan pengecer. Beberapa pedagang dan petani membuat asosiasi untuk memperkuat posisi tawar. Dalam pemasaran jeruk siam Pontianak terdapat 25 rantai pemasaran jeruk baik di dalam maupun di luar propinsi Kalimantan Barat. (6) Sub sistem pendukung pengembangan jeruk siam pontianak meliputi home industri peti dan keranjang, telekomunikasi, penyuluhan, transportasi/ekspedisi, perbankan/permodalan, regulasi/kebijakan, infrastruktur, dan lembaga penghasil teknologi.
Kata kunci : model, jeruk, agribisnis, Pontianak.

Abstract
In order to restore the fame of Siam Pontianak Citrus, Government of Sambas District promoted by Government of West Kalimantan Province and Department of Agriculture held Citrus Development and Rehabilitation Program and aimed for 10.000 ha planting areas. Idea conceptions were needed to support the program and to direct development model of citrus Siam Pontianak into system and agribusiness. The model covered agro input model, agro production, agro industry, agro trade, and supporting sub-system. The aim of this program was to obtain formulation of System and Agribusiness Development Model of Siam Pontianak Citrus simultaneously. The assessment was held in Sambas District and its surrounding from January to December 2006. Policy analysis was used to synthesize information from survey result, secondary data, and other relevant information. The result showed: (1) Agribusiness player of Siam Pontianak Citrus consists of agro-input sub-system (seed producer economic enterprise, production input groceries, production input distributor, and farmer/manure producer; agro-production sub-system (growers groups, grower group affiliation, PT Mitra Jeruk Lestari, PT Mitra Rimba Kalimantan Agro); agro-industry sub system (PT Mitra Jeruk Lestari for waxing and packaging, Citrus Center for citrus juice); agro-trade sub system (collector, local distributor, inter island trader, retailer, regional distributor, regional retailer); supporting sub system (transportation/expedition service provider, cellular phone company, PT. Telkom, Banks, AIAT West Kalimantan, Sambas District Government, West Kalimantan Province Government). (2) Things to be concerned in Agro-input Model included system of citrus free disease seed production, production input supply system which is sustainable, capitalization system through SP3 and LPKD, and technology supply system. (3) Agroproduction Model needed implementation widely and systematically of technology inside IMHCO SOP; establishment and development of grower groups and grower group affiliation, (4) Agro-industry Model of Siam Pontianak Citrus was developed through fresh handling fruit industry and fruit processing industry. Fresh handling industry was done by PT Mitra Jeruk Lestari while agro-industry fruit juice was handled by Citrus Center under supervision of IAARD, (5) Agro-trade involved collector, distributor, inter island trader, and retailer. Many trader and grower built an association to strengthen bargaining power. There were 25 market chains in Siam Pontianak Citrus marketing either inside or outside West Kalimantan. (6) Supporting sub system included fruit container home industry, telecommunication, agricultural extension, transportation/expedition, banking/ capitalization, regulation/policy, infrastructure, and technology producer institution.
Keywords : agribusiness, citrus, model, Pontianak.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event