Minati Wisata Edukasi Petik Jeruk, Kebun Dipadati Pengunjung

Sudah tiga hari wisata  edukasi petik jeruk berlangsung dan  pengunjung ramai berdatangan ke Balitjestro. Wisata edukasi petik jeruk ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Balitjestro pada hari Senin, 10/07/2017 yang dihadiri oleh beberapa stakeholder terkait.

Wisata dibuka setiap hari sampai jeruk di kebun habis, mulai dari pagi pukul 09.00 -16.00,. Dengan harga tiket masuk yang tergolong murah yaitu Rp 25.000,- pengunjung sudah dapat menikmati sensasi petik jeruk langsung dari pohon dan makan sepuasnya. Selain itu pengunjung tidak pulang dengan tangan kosong, namun bisa mengantongi 2 kg jeruk hasil petik sendiri, dan jika lebih dari 2 kg maka harus membayar Rp 10.000,- per kg.

Menurut Dr. Anang Triwiratno, Kasi Yantek dan Jaslit Balitjestro, wisata petik ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat luas mengenai jeruk nusantara yang tidak kalah dengan jeruk impor. Selain informasi varietas, pengunjung juga perlu diberikan edukasi mengenai usaha budidaya jeruk untuk dapat menghasilkan buah yang berkualitas, seperti pemupukan, pengairan, pemeliharaan rutin, dan pemanenan.

Even tahunan ini juga memberikan kesempatan kepada pengunjung ataupun stakeholder yang ingin bertanya semua hal mengenai jeruk kepada petugas di lapangan, termasuk teknologi terbaru yang dihasilkan oleh Balitjestro seperti Bujang Seta (Pembuahan Berjenjang Sepanjang Tahun), Expert System, dan Kit Deteksi Cepat Penyakit HLB. Hal ini disampaikan pada saat peliputan ATV untuk acara Agropolitan News.

Medsos facebook, instagram, twitter, dan website menjadi sarana penyebaran informasi adanya wisata dan edukasi petik jeruk ini. Kecanggihan teknologi informasi tersebut berdampak pada banyaknya pengunjung yang membludak, yaitu hampir mencapai 400 pengunjung setiap harinya. (Trifena)

Agenda

no event