Mikropropagasi Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa Duch.)

Mikropropagasi Tanaman StroberiStroberi merupakan tanaman yang cukup populer di Indonesia dan dunia. Dari tahun ke tahun, permintaan buah stroberi di Indonesia terus meningkat. Hal ini mengakibatkan terjadinya perluasan areal penanaman dan peningkatan permintaan bibit stroberi.

Sampai saat ini penyediaan bibit stroberi di Indonesia masih menggunakan stolon. Bibit yang diperoleh dari stolon memiliki beberapa keterbatasan, antara lain bibit tidak dapat tersedia dalam jumlah banyak dan seragam, adanya penurunan kualitas bibit bila tanaman induk telah diambil stolonnya diambil berulang-ulang, dan memungkinkan tertular patogen dari tanaman induknya.

Pada tahun 1952, Morel dan Martin mampu menciptakan bibit stroberi bebas penyakit melalui kultur meristem. Sejak diaplikasikan pada stroberi, (Adams 1972, Mullin et al. 1974, Nishi et al. 1973) kultur meristem yang diambil dari stolon diaplikasikan secara komersial untuk mengeliminasi patogen pada bibit stroberi (Boxus 1974, Boxus et al. 1977). Zebrowska et al. (2003) mensitasi beberapa literatur yang menunjukkan bahwa tanaman yang dihasilkan dari sistem mikropropagasi memiliki stolon lebih banyak, jumlah anakan meningkat dan produksi buah juga meningkat.

Beberapa komposisi media untuk mikropropagasi stroberi telah banyak dipublikasikan, umumnya menggunakan media MS (Murashige and Skoog 1962) yang ditambah dengan jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh yang berbeda-beda. Salah satu penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi zat pengatur tumbuh yang optimal dapat bervariasi antara kultivar yang satu dengan yang lainnya (Cerovic and Ruzic 1989). Tabel 1 mempresentasikan contoh komposisi media untuk mikropropagasi stroberi.

Tabel 1. Media mikropropagasi stroberi yang direkomendasikan Boxus (1974)

Komponen Media Inisiasi Media Multiplikasi Media Perakaran
Makronutrien Knop (1865) Knop (1865) Knop (1865)
Mikronutrien Murashige and Skoog (1962) Murashige and Skoog (1962) Murashige and Skoog (1962)
Vitamin Murashige and Skoog (1962) Murashige and Skoog (1962) Murashige and Skoog (1962)
ZPT (mg/L) BA 0.1IBA 1.0GA3 0.1 BA 1.0IBA 1.0GA3 0.1 IBA 1.0
Gula (g/L) Glukosa 40 Glukosa 40 Glukosa 40
Agar (g/L) 8.0 8.0 8.0

Metode mikropropagasi menggunakan kultur meristem diawali dengan isolasi meristem yang diambil dari stolon tanaman induk kemudian ditanam pada media inisiasi (Tabel 1). Meristem ditumbuhkan pada media ini sampai membentuk planlet. Planlet yang terbentuk kemudian dipindahkan ke media multiplikasi. Pada media ini, tunas baru akan terbentuk cepat. Tunas-tunas yang telah cukup dewasa kemudian dipindahkan ke media perakaran. Tanaman yang telah berakar dan siap untuk diaklimatisasi akan terbentuk setelah 6 – 8 minggu.

 

Related Post

Tinggalkan Balasan