Meriklon Anggur dan Apel Solusi Ketersediaan Benih

[cml_media_alt id='140']DSCF9050[/cml_media_alt]

Ketersediaan benih bermutu sangat strategis karena merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan pembangunan kawasan hortikultura di Indonesia yang menuntut dukungan industri bibit yang tangguh dalam menyediakan buah untuk kebutuhan dalam negeri dan bersaing di pasaran internasional. Produksi dan mutu produk hortikultura sangat ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan yaitu benih yang mampu mengekspresikan sifat-sifat unggul dari varietas yang diwakilinya. Salah satu tujuan pembangunan di bidang perbenihan hortikultura bertujuan untuk mempersiapkan tersedianya benih bermutu dari varietas unggul secara lestari dan berkesinambungan. Penyediaan benih bermutu dari varietas unggul yang dibutuhkan petani harus sesuai dengan 7 kriteria tepat (jenis, varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga).

Di Indonesia sendiri, perbenihan untuk tanaman hortikultura tahunan, sangat memerlukan kualitas benih yang baik untuk digunakan. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk menghasilkan benih yang baik yaitu dengan memanfaatkan meristem sebagai sumber bahan awal dari metode perbanyakannya atau biasa disebut dengan Meriklon. Bibit yang berasal dari meriklon dapat berproduksi lebih baik bila dibandingkan dengan teknik perbanyakan konvensional seperti stek, cangkok, melalui biji dll.

Kegunaan dari penggunaan bahan awal meristem? Meristem berukuran 0,1-0,2 mm. Bagian ini masih bebas dari pathogen dan virus. Semakin kecil bagian dari meristem yang diisolasi maka semakin bebas dari gangguan dari mikroba maupun gangguan virus. Tanaman yang dihasilkan dari meristem kultur ini akan bebas dari penyakit, demikian pula dengan turunannya dari perbanyakan secara in vitro. Selain itu, isolasi meristem dari tanaman terinfeksi pun dapat mengembalikan produktifitas buah yang menurun akibat penggunaan benih yang dihasilkan dari perbanyakan konvensional.

Penggunaan eksplan yang lebih kecil (0,1-0,2 mm) seperti meristem tip cukup efektif untuk menghasilkan planlet yang bebas penyakit (Boxus et al., 1985). Dari hasil perbanyakan yang diperoleh dari benih meriklon menunjukkan bahwa tanaman terbebas dari penyakit dan menghasilkan tunas anakan dan buah lebih banyak dari bibit hasil perbanyakan konvensional (Voth dan Bringhurst, 1983; Zebrowska et al 2003; Biswas, et al., 2008). Kultur meristem mampu membebaskan tanaman, khususnya dari berbagai patogen seperti virus, viroid, mikoplasma, bakteri dan jamur (Bhojwani and Razdan, 1983).

[cml_media_alt id='132']Isolasi dan perbanyakan meristem anggur dan apel[/cml_media_alt]
Isolasi dan perbanyakan meristem anggur dan apel
[cml_media_alt id='134']Induksi tunas kultur meristem anggur a. Meristem anggur yang ditumbuhkan pada media umur 4 minggu b. Proliferasi tunas dari kultur meristem anggur umur 8 minggu c. Proliferasi tunas dari kultur meristem anggur umur 12 minggu.[/cml_media_alt]
Induksi tunas kultur meristem anggur a. Meristem anggur yang ditumbuhkan pada media umur 4 minggu b. Proliferasi tunas dari kultur meristem anggur umur 8 minggu c. Proliferasi tunas dari kultur meristem anggur umur 12 minggu.
[cml_media_alt id='133']Induksi tunas kultur meristem apel a. Meristem apel yang ditumbuhkan pada umur 4 minggu b. Proliferasi tunas dari kultur meristem apel umur 8 minggu c. Proliferasi tunas dari kultur meristem apel umur 12 minggu.[/cml_media_alt]
Induksi tunas kultur meristem apel a. Meristem apel yang ditumbuhkan pada umur 4 minggu b. Proliferasi tunas dari kultur meristem apel umur 8 minggu c. Proliferasi tunas dari kultur meristem apel umur 12 minggu.

Protokol isolasi meristem anggur

Sumber eksplan yang berasal dari tunas ujung batang atau tunas aksilar anggur diambil dari tanaman induknya dengan panjang 5 cm. Pengambilan tunas ujung dilakukan pada pagi hari antara jam 07.00-08.00. Bagian daun yang masih menempel pada bagian batang tunas ujung dibuang sehingga tersisa hanya bagian tunas ujung saja. Setelah itu dilakukan sterilisasi luar tunas ujung yang telah diambil. Eksplan dicuci dengan sabun cair dan kemudian dilbilas sampai bersih yang dicirikan tidak terdapatnya buih disekitar eksplan. Eksplan direndam dalam larutan fungisda 1 g/l dan antibiotik 500 mg/l selama 1 jam.

Selanjutnya eksplan dimasukkan kedalam laminar air flow untuk dilakukan sterilisasi lanjutan. Setelah itu dilakukan perendaman dalam larutan klorox 50% selama 2 menit di dalam laminar yang kemudian di bilas dengan akuades steril sebanyak tiga kali. Meristem anggur dengan ukuran 0.1-0.2 mm diambil dengan bantuan mikroskop binokuler. Kemudian eksplan meristem yang telah diambil ditanam pada media inisiasi meristem yaitu pada MS + Arang aktif(0.5 g/l). Setelah eksplan meristem berumur 2 minggu dilakukan subkultur pada media pertumbuhan meristem yaitu Chu + BAP ( 1 mg/l) + IBA ( 1mg/l) + GA3 (0.5 mg/l). Eksplan meristem dipindah tanam pada media pertumbuhan setiap 6-8 minggu sekali.

[cml_media_alt id='135']Protokol Isolasi Meristem Anggur[/cml_media_alt]

 

Protokol isolasi meristem apel

Sumber eksplan yang berasal dari tunas ujung batang dan tunas aksilar untuk apel diambil dari tanaman induknya. Pengambilan tunas ujung dilakukan pada pagi hari antara jam 07.00-08.00. Bagian daun yang masih menempel pada bagian batang tunas ujung dibuang sehingga tersisa hanya bagian tunas ujung saja.  Setelah itu dilakukan sterilisasi luar tunas ujung yang telah diambil, eksplan dicuci dengan sabun cair  dan kemudian dilbilas sampai bersih. Eksplan direndam dalam larutan fungisda 1 g/l dan antibiotik 500 mg/l selama 1 jam.

Selanjutnya eksplan dimasukkan kedalam laminar air flow untuk dilakukan sterilisasi lanjutan . Setelah itu dilakukan perendaman dalam larutan klorox 20% selama 2 menit di dalam laminar yang kemudian di bilas dengan akuades steril sebanyak tiga kali. Meristem apel dengan ukuran 0.1-0.2 mm diambil dengan bantuan mikroskop binokuler. Kemudian eksplant meristem yang telah diambil ditanam pada media  inisiasi meristem yaitu pada MS + Arang aktif(0.5 g/l). Setelah eksplan meristem berumur 2 minggu  dilakukan subkultur pada media pertumbuhan meristem yaitu MS + BAP ( 2 mg/l) + IBA ( 0,1 mg/l). Kemudian eksplan meristem disubkultur pada media pertumbuhan setiap 6-8 minggu sekali.

[cml_media_alt id='131']Protokol Isolasi Meristem Apel[/cml_media_alt]

 

 

Oleh: Ahmad Syahrian Siregar
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan