Merasakan Untungnya Bertanam Jeruk, Petani Tuban Makin Semangat Belajar Budidaya Jeruk Sesuai Anjuran

[cml_media_alt id='2467']Kunjungan Petani Tuban (4)[/cml_media_alt]Kelompok Tani Mulyo berkunjung ke Balitjestro untuk mengenal lebih mendalam Budidaya Jeruk sesuai anjuran. Rombongan yang berjumlah 30 orang didamping oleh Prayitno Sutrisman, SP selaku Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban.

Sunarko, Ketua Kelompok Tani Mulyo mengungkapkan bahwa tahun ini mereka sudah panen ke-3 kalinya. Jeruk di Singgahan ditanam pada tahun 2010 dan mulai berbuah pada tahun 2013. Mereka mengaku baru kali ini merasakan hasil jerih payah yang lumayan dalam berkebun jeruk karena pada tahun pertama dan kedua banyak jeruk yang hilang karena dicuri.

Panen kali ini menjadi pelajaran berharga dimana sebagian petani menjual dengan cara ijon. Ada 1 areal dengan 200 tanaman yang dijual dengan harga Rp 13 juta, padahal ditaksir ketika petik minimal bias dijual dengan harga Rp 25 juta. Petani berusaha menghindari berbagai resiko yang ternyata sampai akhir panen tidak terbukti. Sistem ijon dalam jangka panjang akan merusak pasar jeruk di daerah tersebut. Dan petani pun berkomitmen tidak melanjutkan lagi. Cukuplah hal ini menjadi pelajaran berharga.

Melihat hasil panen yang signifikan meningkatan perekonomian keluarganya, beberapa petani bahkan memesan benih jeruk untuk ditanam di areal yang masih kosong. Mereka sudah berani investasi secara mandiri dan tidak lagi bergantung kepada bantuan Dinas maupun Kementerian Pertanian.

Kunjungan kali ini menjadi sarana pembelajaran yang baik, dimana diskusi dan pertanyaan petani banyak ditujukan mengenai teknis budidaya dan hama penyakit jeruk. Pada umumnya kerusakan terjadi karena masih minimnya pengelolaan yang dilakukan. Pada akhir acara, Balitjestro memberi kenang-kenangan berupa kumpulan foto Penelitian Mutu Buah Jeruk yang teah dilakukan selama tahun 2014 di demo plot Kelompok Tani Mulyorejo, Singgahan.

Setelah diskusi dan tanya jawab di aula, rombongan petani diajak untuk melihat tanaman jeruk yang umurnya hampir sama dengan yang mereka tanam, yaitu ditanam pada tahun 2010. Dengan perawatan yang optimal, maka setiap tahun petani diharapkan mampu meningkatkan pendapatannya. (Z.Hanif)

 

 

Related Post

Tinggalkan Balasan