Menumbuhkan dan Membangun Konsorsium Hortikultura

Dalam kunjungannya ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Dirjen Hortikultura Dr. Ir. Achmad Dimyati beserta rombongan sebanyak 13 orang menjelaskan konsep 6 pilar pengembangan hortikultura yang implementasinya akan mengembangkan konsorsium hortikultura dalam setiap varietas dengan basis kawasan.

Setiap kawasan ada kemitraan yang melibatkan penyedia jasa produksi pelaku usaha budidaya, pasca panen, pengolahan dan pemasaran. Dari segi pelayanan melibatkan semua instansi dan institusi seperti dinas setempat, perguruan tinggi, litbang, bank, penyedia saprodi dan penyuluh. Pembiayaan tidak tergantung APBN atau APBD tetapi dari pembiayaan perbankan, yayasan atau sumber lainnya.

Dengan program in diharapkan siapapun yang mempunyai kepedulian pada pembangunan hortikultura dapat dilibatkan dalam wilayah masing-masing sehingga terbentuk network dari konsorsium-konsorsium yang meluas di seluruh Indonesia dengan spesifik wilayah masing-masing.

Contoh konsep konsorsium yang sudah jalan adalah temulawak, yaitu kerjasama dengan kabupaten Sukabumi, SOHO sebagai perusahaan intinya, IPB sebagai penanggungjawab pengembangan teknis dan teknologinya bersama dengan Badan Litbang Pertanian.

Tujuan membangun konsorsium adalah memberdayakan segala kapasitas yang ada didaerah baik SDM, fasilitas maupun pendanaan yang ada bisa dicurahkan di kawasan-kawasan tersebut, sehingga adanya peningkatan daya saing dan kesejahteraan petani bias terwujud. Kunjungan dilanjutkan ke laboratorium terpadu terutama di perbanyakan tanaman jeruk melalui somatik embryogenesis dan mutasi tanaman jeruk.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event