Menjelajah Kawasan Jeruk Keprok Di Nunukan

Hamparan tanaman jeruk berdampingan dengan sawit di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan
Hamparan tanaman jeruk berdampingan dengan sawit di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan

Saat ini, di Kabupaten Nunukan telah tertanam komoditas jeruk seluas 331 ha yaitu varietas Keprok Borneo Prima dan Keprok Tejakula yang ditanam tiga tahun yang lalu saat masih bergabung dengan Kalimantan Timur dengan pendampingan teknologi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan didukung oleh program pengembangan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian.

Pemilihan varietas Keprok Borneo Prima dan Keprok Tejakula, sesuai untuk agroklimat dataran rendah (0-400 m dpl), sangat sesuai dengan  wilayah di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik yang memiliki agroklimat wilayah pantai sampai ketinggian 100 m dpl dengan habitat spot-spot diantara komoditas yang telah ditanam sebelumnya yaitu pisang dan kelapa sawit.

Hasil panen jeruk Keprok Borneo Prima yang mencapai 40 – 50 kg/pohon menunjukkan bahwa komoditas ini mulai dibudidayakan dengan baik sesuai dengan teknologi yang diadopsi petani dari Balitbangtan melalui program kawalan teknologi selama ini. Dengan kondisi tersebut jeruk dapat menjadi komoditi unggulan di Nunukan disamping tanaman buah lainnya.

Perkembangan yang terjadi saat ini, penanaman komoditas jeruk makin diminati oleh petani, bahkan dianggap sebagai komoditas baru yang lebih menguntungkan dibanding komoditas yang telah ada sebelumnya, namun memang harus ada perhatian khusus terhadap pemeliharaan tanaman jeruk yang diketahui lebih padat teknologi dan modal, dibanding komoditas selain jeruk. Salah satu hasil yang menarik adalah pemilihan Keprok Borneo Prima dan Tejakula yang diketahui buahnya bisa berwarna oranye apabila ditanaman di Kabupaten Nunukan yang berada di sebelah utara garis katulistiwa.

Jeruk Keprok Borneo Prima memasuki masa panen
Jeruk Keprok Borneo Prima memasuki masa panen

Untuk memperkuat pengembangan jeruk perlu adanya dukungan teknologi yang dapat meningkatkan hasil produksi jeruk serta pasca panen terutama pemasaran. Dengan teknologi budidaya dan pengendalian hama penyakit terutama CVPD yang telah dihasilkan Balitbangtan dengan tepat diharapkan dapat menciptakan sentra jeruk Keprok yang bebas penyakit di Kabupaten Nunukan. Kemudian dari pemasaran Kabupaten Nunukan ini sendiri sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor jeruk ke negara lain sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event