Menguak Jeruk Keprok di Bumi Apel

[cml_media_alt id='1835']DSCF7239[/cml_media_alt]“Selama ini ternyata pengetahuan kita soal jeruk sangat minim sekali, bayangkan kita selalu mengagumi jeruk mandarin. Padahal Indonesia ternyata memiliki varietas yang sama dengan jeruk itu, yakni jeruk “keprok” inilah sepenggal keterbatasan pengetahuan masyarakat yang juga dirasakan oleh ‘Sinta’ ketika beberapa waktu lalu sempat menjelajah inovasi jeruk di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur.

Bagi yang belum pernah bertandang ke sana, perjalanan bisa dimulai dari Bandara Abdurachman Saleh di Malang. Dari bandara itu, Rekan-rekan jelajah bisa menyewa mobil dengan tarif Rp. 150 ribu dan perlu waktu 1,5 jam bisa sampai di balai tersebut. Kota Batu yang terkenal dengan hawa sejuknya sangat pas sebagai obyek wisata.

Penjelajahan kali ini, selain banyak berguru dengan para peneliti dan perekayasa yang ada di balai tersebut, pengalaman berharga justru banyak ditemukan dari petani jeruk yang ada di Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dari tiga daerah ini, diketahui bahwa saat ini sudah banyak varietas jeruk unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian  baik yang akan digunakan di daerah dataran tinggi atau daerah dataran rendah. Sehingga bagi masyarakat yang ingin mengembangkan jeruk, tidak ada  masalah lagi soal ketinggian tempat.

Dua varietas yang bisa kita jadikan contoh adalah varietas Tejakula akan sangat cocok untuk lahan dataran rendah dan varietas Batu 55 akan sangat pas untuk daerah dataran tinggi.  Oleh karena itu varietas Batu 55 banyak berkembang di Kota Batu dan Kabupaten Malang dan varietas Tejakula banyak berkembang di Kabupaten Tuban.

Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mendalami jeruk, sebelum berwisata di Malang akan lebih pas kalau mampir dulu ke Balitjestro. Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur dan hanya 4 km arah selatan dari Kota Batu. Selain bisa untuk mendalami jeruk, kita juga bisa mempelajari komoditi anggur, lengkeng dan buah subtropik lain.

Dengan berbekal visi “Menjadi Lembaga Penelitian Bertaraf Internasional Pada Tahun 2014 Dalam Menghasilkan Inovasi Teknologi Jeruk dan Buah Subtropika”,  memiliki sarana dan prasarana berupa laboratorium terpadu terdiri dari laboratorium kultur jaringan, somatic embriogenesis, fitopatologi, virologi, entomologi, pemuliaan tanaman dan perbenihan serta laboratorium pengelolaan dan analisis data.

Balitjestro juga memiliki 8 kebun percobaan koleksi plasma nutfah yang terdiri dari: 211 varietas jeruk, 73 varietas apel, 43 varietas anggur, 20 varietas lengkeng, 3 varietas leci, 16 varietas alpukat, 267 varietas mangga dan 13 varietas aneka tanaman buah subtropika.

[cml_media_alt id='1831']211 Aksesi Jeruk Indonesia[/cml_media_alt]

Sumber : Sinar Tani

Related Post

Tinggalkan Balasan