Menggali Potensi Jeruk di Maluku Utara

Propinsi Maluku Utara ternyata mempunyai beberapa jenis tanaman jeruk yang menarik untuk dieksplorasi. Di beberapa daerah terdapat berbagai jenis varietas jeruk yang masih belum banyak diketahui. Di  Kelurahan Topo, Kepulauan Tidore dan Kelurahan Kepulauan Hiri yang merupakan daerah yang masih ada  pertanaman jeruk di provinsi Maluku Utara.  Menurut  informasi yang diperoleh bahwa tanaman jeruk di Maluku Utara ada sejak jaman penjajah Portugis dan Belanda, artinya bahwa tanaman jeruk bukan merupakan tanaman asli. Pohon jeruk ditanam pada ketinggian 10 – 375 m diatas permukaan laut yang menghadap ke pantai, sebagai tanaman pekarangan yang tidak pernah dirawat, dan  ditumpang sari dengan cengkeh, pala dan pisang. Di kelurahan Topo, Kepulauan Tidore diperoleh 2 asesi jeruk keprok/mandarin yang disebut Joji Sabalaka Kotu dan Joji Sabalaka Bulo sebagai jeruk Topo Hitam dan Topo Putih. sedangkan di Kelurahan Kepulauan Hiri diperoleh jeruk keprok/mandarin yang bahasa daerah  dikenal dengan Lemo Cina dan Lemo Cina Lamo serta jeruk bumbu/obat Lemo Swanggi.

Menurut pengakuan petani setempat bahwa disebut jeruk Topo Hitam karena buah pada saat berukuran besar tetapi masih hijau tampak berwarna hijau mengkilat  dan  rasanya sudah  manis, kulit buah agak tebal dan terkadang terserang cendawan jelaga yang warnanya hitam, sedangkan  jeruk Topo Putih sebaliknya yaitu :  pada saat berukuran besar tetapi masih hijau tampak berwarna hijau mengkilat dan  rasanya masam, kulit buah tipis. Pertanaman jeruk  di provinsi Maluku Utara kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pengetahuan petani untuk mengelola tanaman jeruk  masih minim, sehingga  populasi tanaman menjadi jeruk semakin berkurang/ sisa sedikit, yaitu: populasi jeruk Topo di kepulauan Tidore hanya tinggal ± 36 pohon dan Lemo Cina di kepulauan Hiri tinggal ± 200 pohon.

Hasil dari eskplorasi beberapa jenis tanaman jeruk tersebut kemudian diamati di Balitjestro dengan diokulasi dengan batang bawah yang ada untuk dilihat pertumbuhan dan perkembangannya. Pada nantinya apabila hasil dari pengamatan menunjukkan adanya potensi yang bagus dari jeruk ini akan dilakukan pengembangan jeruk ini untuk selanjutnya.

(Sumber : Setiono, SP)

 

Tinggalkan Balasan