Mengenal Stroberi

[cml_media_alt id='736']Stroberi Lokal Brastagi[/cml_media_alt]Stroberi, …. siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini. Warna, bentuk, aroma dan rasanya yang khas membuat buah ini populer di masyarakat. Makanan dan minuman yang berbahan dasar stroberi disukai banyak orang di seluruh dunia. Namun, sampai saat ini belum banyak orang yang mengetahui seluk beluk tanaman ini.

Tanaman stroberi termasuk divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Dicotyledonae, famili Rosaceae, genus Fragaria dan spesies Fragaria spp. Tanaman ini telah dikenal sejak zaman Romawi, namun yang stroberi yang dikenal saat itu berbeda dengan yang dikenal orang saat ini. Stroberi yang kita temukan dan konsumsi saat ini umumnya adalah Fragariax ananassa var Duchesnre, yaitu stroberi hibrida yang dihasilkan dari persilangan antara F.virginia L.var Duchesne yang berasal dari Amerika Utara dengan F.chiloensis L. var Duchesne yang berasal dari Chili. Persilangan kedua jenis stroberi tersebut dilakukan pada tahun 1750. Persilangan-persilangan lebih lanjut terus dilakukan untuk menghasilkan stroberi dengan buah berukuran besar, harum dan manis.

Stroberi merupakan buah daerah sub tropika. Oleh karena itu, stroberi yang dibudidayakan di Indonesia merupakan hasil introduksi. Varietas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia antara lain:

  1. Sweet Charlie (asal Amerika Serikat). Varietas ini ditanam secara luas di dunia karena cepat berbuah, buah besar dengan warna jingga sampai merah, aroma tergolong kuat, sangat produktif dan tahan terhadap serangan Colletotrichum.
  2. Oso Grande (asal California). Varietas ini sekarang digunakan secara luas di dunia. Ukuran buah sangat besar, buahnya padat, tangahnya bertekstur seperti busa, dan hasil panen tinggi.
  3. Tristar (asal Amerika Barat). Varietas ini memerlukan panjang hari netral. Ukuran buah medium sampai kecil, buah cocok untuk pengolahan makanan, dan tahan terhadap serangan penyakit red stele dan embun tepung.
  4. Nyoho (asal Jepang Selatan dan Korea). Secara umum, varietas ini umum ditanam di PVC. Penampilan buah sangat menarik, mengkilap, buah padat, sangat manis, sangat cocok untuk bahan baku kue.
  5. Hokowaze (asal Jepang Utara). Varietas ini memiliki hasil panen tinggi, aroma tajam, sedikit lunak, sangat rentan terhadap serangan Verticillium dan antraknosa, dan tahan terhadap serangan penyakit embun tepung.
  6. Rosa Linda (asal Florida). Varietas ini memiliki hasil panen tinggi dengan aroma buah yang kuat. Varietas ini digunakan sebagai buah meja dan olahan.
  7. Chandler (asal California). Varietas ini telah ditanam secara luas di dunis. Ukuran buah besar, hasil panen tinggi dan tahan terhadap serangan virus.

Varietas- varietas tersebut telah banyak dibudidayakan, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Lembang, Cianjur, Cipanas dan Sukabumi (Jawa Barat), Batu dan Situbondo (Jawa Timur), Magelang dan Purbalingga (Jawa Tengah), Bedugul (Bali), dan Berastagi (Sumatera Utara).

Secara umum, stroberi dapat dibudidayakan di daerah dataran tinggi (1000 – 1500 dpl), memiliki suhu udara relative dingin (22 -28 ?C) dengan sinar matahari yang tidak terlalu kuat, mempunyai kelembaban udara 80 – 90 %dan curah hujan 600 – 700 mm/tahun.

Tempat yang cocok untuk bertanam stroberi adalah lahan berpasir yang mengandung tanah liat di lereng pegunungan dan kaya akan bahan organic. Tanah yang mengandung bahan organik tinggi memiliki porositas yang baik sehingga akar dapat tumbuh secara optimal. Selain itu, kandungan bahan organic yang tinggi juga bermanfaat sebagai persediaan nutrisi.

Tinggalkan Balasan