Mengenal Klasifikasi Botani Jeruk (Bagian I)

Perbedaan Varietas Jeruk

Banyak orang kesulitan dalam melakukan klasifikasi botani jeruk. Hal ini disebabkan karena tanaman jeruk dapat menyilang dengan mudah baik secara spontan ataupun buatan. Pembuatan hibrida jeruk juga banyak dilakukan seiring dengan keinginan manusia untuk memperbaiki kualitas jeruk dengan berbagai kriteria seperti seedless, kadar jus tinggi, dan rasa manis segar. Sifat apomiksis pada jeruk juga berpengaruh dalam klasifikasi jeruk. Selain itu iklim dan teknik budidaya yang berbeda juga sering menimbulkan variasi terhadap morfologi buah.

Pertanyaan yang sering timbul pada orang-orang yang bekerja dengan jeruk adalah nama botani apa yang tepat untuk jeruk ini? Sayangnya tidak ada satu jawaban tunggal yang dapat diterapkan pada jenis jeruk tertentu. Namun dalam penentuan klasifikasi botani tumbuhan seharusnya merujuk kepada kesepakatan internasional.

Permasalahan klasifikasi tumbuhan telah banyak dibahas dalam Konferensi Internasional Botani sejak tahun 1990-an dan para botanis telah menyepakati bahwa klasifikasi botani tumbuhan adalah klasifikasi awal yang benar yaitu klasifikasi yang digunakan dalam studi ilmiah yang disertai dengan nama author (penulis). Hal ini merujuk kepada Tokyo Code 1994, Chapter II, Section III, Article 11.3 yang menyebutkan: “Untuk setiap takson dari family sampai ke genus, penggunaan nama yang benar adalah yang pertama yang sah (For any taxon from family to genus inclusive, the correct name is the earliest legitimate one)”. Yang dimaksud sah adalah penulisan yang benar yang tertulis dalam bahasa latin dari tumbuhan dengan menggunakan istilah botani dan taksonomi serta menempatkan spesimen kering dari tumbuhan tersebut dengan semua bagian yang diperlukan dan spesifikasinya pada sebuah pustaka botani umum untuk penyimpanan yang aman sehingga spesimen dapat dirujuk jika nanti terdapat keraguan dan persengketaan.

Berdasarkan keterangan di atas, sangat jelas bagi kita bahwa dalam penentuan klasifikasi botani tumbuhan termasuk jeruk tidak dapat dilakukan dengan gegabah namun harus merujuk kepada kesepakatan internasional yang sah.

Sebelum lebih jauh dalam klasifikasi, mari sepintas melihat sejarah botani jeruk. Jeruk pertama kali disebut dalam literatur Cina pada tahun 2200 SM. Tetapi salah satu buku pertama tentang jeruk yang terkenal adalah yang ditulis pada tahun 1178 oleh Han Yanzhi (Han Yen-Chih Chü lü) berjudul 記嘉桔錄: Kee Jia Citrus Record atau Catatan Jeruk Ji Jia. Penulisnya adalah seorang Gubernur pada daerah Wen-Chou. Dalam buku tersebut terdapat deskripsi 26 varietas jeruk yang ditanam di daerah tersebut serta teknik budidaya dan pemanfaatannya. Sementara itu di belahan dunia barat, buah jeruk telah menjadi bahasan menarik para botanis sejak 400 tahun yang lalu. Pandangan awal yang komprehensif tentang deskripsi dan klasifikasi telah disampaikan oleh Volkamer, Linnaeus, Gallesio dan Risso. Pengamatan mereka didasarkan pada penampilan tanaman seperti ukuran dan bentuk tanaman, batang, daun dan bunga, jumlah kelopak dan benang sari bunga. Parameter-parameter tersebut masih digunakan dalam botani hingga saat ini. Pada awal abad 20 ahli botani jeruk terkemuka seperti Swingle dan Tanaka memiliki metode analisis yang lebih modern melalui pengukuran laboratorium yang akurat sehingga kesimpulan yang dibuat lebih ilmiah.

Indonesia memiliki banyak sekali jenis jeruk dari berbagai spesies. Namun pengklasifikasian jenis jeruk tersebut belum pernah dilakukan secara komprehensif. Tetapi untungnya sebagian besar jeruk yang kita miliki merupakan bagian dari jenis jeruk dunia sehingga dalam menentukan klasifikasi botani jeruk dapat merujuk kepada hasil klasifikasi yang telah dilakukan botanis dunia seperti Swingle dan Tanaka.

Siapa itu Swingle dan Tanaka?

Walter Tennyson Swingle (1871 – 1952) merupakan seorang botanis dari Amerika yang memiliki pengaruh dalam pendekatan ilmiah modern terhadap penelitian jeruk. Dia dikenal sebagai perakit Citrange yaitu hibrid antara sweet orange dan trifoliate orange. Dia juga menegaskan bahwa genus Fortunella masuk ke dalam kelompok Kumquat dan menyatakan bahwa Microcitrus dan Eremocitrus sebagai tipe jeruk asli Australia. Dia dikenal juga sebagai author dari 95 nama botani tanaman jeruk. Dalam bukunya The Botany of Citrus and Its Wild Relatives, publikasi tahun 1943, Swingle mengklasifikasi genus Citrus menjadi 2 subgenus (Eucitrus dan Papeda) dan 16 spesies jeruk. Klasifikasi Swingle dikenal lebih sederhana sehingga dia dijuluki lumper karena dia mengelompokkan sejumlah besar jenis jeruk ke dalam beberapa kelompok besar saja3.

Tyôzaburô Tanaka (1885 – 1976) adalah author dari 180 nama botani jeruk. Beberapa publikasinya yang terkenal dan penting adalah Citrus fruits of Japan tahun 1922, Species Problem in Citrus tahun 1954 and Tanaka’s Cyclopedia of Edible Plants of the World tahun 1976. Tanaka mengelompokkan genus Citrus ke dalam 162 spesies dan oleh karena itu Tanaka dikenal sebagai splitter3.

Terdapat perbedaan sistem klasifikasi antara Swingle dan Tanaka. Namun saat ini secara umum klasifikasi jeruk dunia masih berdasarkan sistem klasifikasi keduanya. Sekarang mari kita lihat bagaimana jeruk diklasifikasikan berdasarkan kedua botanis yang di tulis dalam The Citrus Industry Vol I. (Reuther et al., 1967)

Citrus yang dikenal saat ini merupakan bagian dari family (keluarga) Rutaceae, sub family (Sub keluarga) Aurantioidae, tribe (suku) Citreae, sub tribe (sub suku) Citrineae dan Genus Citrus.

jerukrenijerukreni2

Dari kiri ke kanan, Kemuning , Mojo, Kawista ( sumber foto: tanamanobat.net, BPCB Mojokerto, manfaatbuahdandaun.blogspot.com)
Dari kiri ke kanan, Kemuning , Mojo, Kawista ( sumber foto: tanamanobat.net, BPCB Mojokerto, manfaatbuahdandaun.blogspot.com)

jerukreni3

Dalam kelompok genus jeruk yang sesungguhnya (Citrus) terdapat 16 spesies dan 8 varietas jeruk berdasarkan Swingle dan Tanaka (Reuther et al., 1967). Hampir semua jeruk-jeruk komersial Indonesia (jeruk Siam, Keprok, Pamelo dan Manis) termasuk dalam genus ini. Pada bagian II nanti  ini akan sajikan apa saja spesies jeruk yang masuk ke dalam genus Citrus.

Oleh : Chaireni Martasari
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan