Mengenal Buah Subtropika : Persik

buah persik

Persik (Prunus persica L.) adalah tanaman asli Tiongkok dan telah dibudidayakandi China selama 4.000 hingga 5.000 tahun terakhir (Ahmad et al., 2011; Maynard, 2008). Persik terkait dengan lima spesies liar: Prunus mira Koehne, Prunus davidiana Franch, Prunus davidiana var. potaninii Rehd., Prunus kansuensis Rehd., dan Prunus ferganensis Kost. & Riab.

Spesies ini menghasilkan buah yang lebih baik untuk olahan dan tidak dikonsumsi langsung sebagai buah meja, meskipun spesies spesies ini bisa berharga sebagai sumber tanaman yang lebih tahan penyakit atau sebagai batang bawah (K. Cao et al., 2014).

Persik adalah salah satu buah yang paling bervariasi dari semua spesies buahbuahan. Ada beberapa tipe buah persik berdasarkan bentuknya (bulat, lonjong, pipih dengan daging buah berwarna putih, merah, atau kuning; dengan dagingbuah yang lengket dan tidak lengket; dan kulit dengan berbulu halus dan tidak (Faust & Timon, 2010).

Biji buah persik ada yang manis dan pahit. Bentuk bunganya besar, sedang atau kecil dengan bunga tunggal atau ganda yang sering mekar pada awal musim semi. Persik dikenal sebagai buah musim panas yang lezat dan sehat di sebagian besar daerah beriklim sedang di seluruh dunia.

Pohon persik dapat tumbuh dari biji atau stek. Biji persik batang bawahnya umum digunakan dalam budidaya persik di seluruh dunia karena biaya produksi yang rendah, persyaratan tanah yang rendah dan kompatibilitas yang tinggi dengan varietas cangkok (Beckman & Lang, 2003; Rubio-Cabetas, 2012). Dalam budidaya persik, banyak perawatan teknis perlu dilakukan dan beberapa yang paling krusial adalah pemangkasan musim panas dan penjarangan buah (Lesičar, Šindrak, Šic Žlabur, Voća, & Skendrović Babojelić, 2017). Pemangkasan adalah praktik budaya penting dalam produksi buah persik (Singh & Saini, 2013).

Buah persik dikonsumsi segar atau dalam bentuk cair dan produk olahan lainnya. Dalam pengobatan tradisional, obat ini digunakan dalam pengobatan disentri dan diare, rheumatoid arthritis, dan amenore (Gangwar, Singh, & Mandal, 2008). Namun, daun tanaman diketahui memiliki berbagai sifat farmakologis, misalnya, diuretik, pencahar, astringen, obat penurun panas, parasitisida, demulen, ekspektoran, dan obat penenang (Santamour, 1998).

Minyak lemak yang diperoleh dari kernel digunakan dalam persiapan berbagai kosmetik dan produk farmasi (Him-Che, 1985). Minyak ini kaya akan asam lemak tak jenuh, senyawa fenolik, dan minyak makanan yang kaya nutrisi (Gangwar et al., 2008). Tanaman dilaporkan memiliki antioksidan (Wu et al., 2011), antiacetylcholinesterase (Liu & Ng, 2000), antiinflamasi (Suh et al., 2006), hypermenorrhea (Lokesh Deb et al., 2010; Deb, Tripathi, Bhowmik, Dutta, & Sampath, 2010), dismenore, leiomyoma, infertilitas, antitumor promotor dan sindrom antioketsu, anthelmintik, pencahar, obat penenang, antimalaria, hepatoprotektif (Kim et al., 2003), antiastatik, antikoagulan, antijamur, kolinomimetik, antagonis kalsium, antimit (Gilani, Aziz, Ali, & Saeed, 2000), antibakteri (Sung, Kim, Lee, & Lee, 2004), dan sifat inflamasi anti alergi (Rakesh, Harpreet, Bahuguna, Sati, & Badoni, 2011). Selain itu, berbagai glikosida sianogen, gliserida, sterol, dan asam lemak telah dilaporkan di tanamanini. (Fukuda et al., 2003; Shin et al., 2010; Wu et al., 2011).

Buah persik berpotensi dikembangkan di Indonesia yang mempunyai musim kemarau (panas). Hal ini karena di negara subropika, buah persik matang optimal dapat ditemui di musim panas setelah mengalami pruning di musim gugur secara alami.

Penelitian lebih lanjut diperlukan apakah tanaman persik sesuai untuk dataran rendah, menengah, dataran tinggi atau bahkan sesuai untuk berbagaiwilayah dari dataran rendah sampai tinggi. Dan apakah perlu perlakuan pruning sebagaimana yang dilakukan pada tanaman apel.

(sumber : INDO-HITS (Indonesian Horticultural Innovation, Technology and Science) : Sumber Daya Genetik Tanaman Buah Subtropika Potensia: Zainuri Hanif, Lizia Zamzami dan Agus Sugiyatno)



Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/mengenal-buah-subtropika-kesemek/

Agenda

no event