Mengenal Buah Subtropika : Murbei

Murbei merupakan tanaman berkayu yang awalnya masuk ke dalam bangsa Urticales. Linnaeous (1753) membagi bangsa Urticales, suku Moraceae, marga Morus menjadi 7 spesies yaitu Morus alba, Morus indica, Morus nigra, Morus papyrifera, Morus rubra, Morus tartarica, Morus tinctoria.

Di Indonesia sendiri, murbei merupakan tanaman yang dikenal luas sebagai pakan ulat sutera. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan No.P.35/Menhut-II/2007 tentang HHBK, bahwa tanaman murbei merupakan salah satu jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) (Isnan & Muin, 2015). Murbei di Indonesia terdapat 7 spesies yang cukup dikenal yaitu Morus alba, Morus nigra, Morus cathayana, Morus Australis, Morus multicaulis, Morus indica, dan Morus macroura (Andadari et al., 2013; Nurhaedah et al., 2012).

Awalnya tanaman murbei hanya dikenal masyarakat sebagai pakan ulat sutera. Namun, atas perkembangan teknologi dan penelitian menunjukkan bahwa tanaman murbei ternyata memiliki ragam manfaat baik sebagai bahan pangan, obat-obatan/kesehatan dan lingkungan. Buah murbei dapat dimakan sebagai buah meja, jus maupun minuman olahan lainnya.

Minuman teh murbei telah diproduksi dan dipasarkan secara komersial. Beberapa di antaranya sudah dapat ditemukan di pasaran maupun di apotek. Kegunaan murbei sebagai minuman kesehatan dapat menambah nilai guna bagi petani murbei yang selama ini hanya memanfaatkan tanaman murbei sebagai pakan ulat sutera (Isnan & Muin, 2015).

Murbei di Indonesia banyak dikembangkan di Jawa Barat sebagai bagian usaha persuteraan alam. Spesies Murbei di Jawa Barat yang berkembang antara lain Mbombycs, M alba, M multicaulis, M nigra dan M cathayana (Andadari et al., 2013,) Dalimarta, 1999). Selain 5 spesies di atas terdapat spesies Morus macraura yang terdapat daerah Sumatera Barat; di lembah gunung Merapi dan gunung Sago Batu Sangkar, di kaki gunung Talang, di sekitar Maninjau, Sungai Puar dan Batang Barus (Syamsuardi, 2015).

Murbei dapat tumbuh baik di Indonesia dengan ketinggian tempat pada 400- 800 meter di atas permukaan laut, Curah hujan berkisar antara 800-3.500 mm/tahun. Kondisi curah hujan yang baik tersebar sepanjang tahun selama musim pertumbuhan murbei (CH ±150 mm/bulan). Tanah bertekstur lempung, lempung berliat, dan lempung berpasir, serta banyak mengandung mineral dengan komposisi 40% mineral, 30% air, 20% udara dan 10% bahan organik dengan pH 6,5-7.

(sumber : INDO-HITS (Indonesian Horticultural Innovation, Technology and Science) : Sumber Daya Genetik Tanaman Buah Subtropika Potensial : Anis Andrini, Yunimar dan Chaireni Martasari

Agenda

no event