Mengenal Buah Subtropika : Kiwi

Buah kiwi

Kiwi (Actinidia deliciosa) merupakan sejenis buah beri yang dapat dimakan dari tanaman merambat berkayu dan berasal dari suku Actinidiaceae. Tanaman kiwi berasal dari China, yang mana tanaman ini tumbuh secara liar (Burdon & Lallu, 2011; Li & Zhu, 2017; Padmanabhan & Paliyath, 2016).

Pada perkembangan selanjutnya, kiwi diintroduksi ke New Zealand pada awal abad ke- 20, di mana kiwi ditanam secara komersial di sana untuk pertama kalinya (Follett,Jamieson, Hamilton, & Wall, 2019).

Pada saat itu tahun 1904, seorang guru sekolah di New Zealand bernama Isabel Fraser mengunjungi Yichang, Provinsi Hubei di China, dia mendapatkan benih kiwi dan membawanya kembali ke New Zealand. Pertanaman dari benih asli inilah yang kemudian menjadi produksi kiwi pertama di luar China.

Syarat tumbuh untuk tanaman kiwi agar dapat berkembang dengan baik adalah membutuhkan lahan yang cukup luas, mengandung bahan organik tanah yang tinggi, kondisi lingkungan cukup sinar matahari serta tanaman kiwi membutuhkan air yang cukup, sehingga jangan sampai tanaman mengalami kekeringan, terutama saat musim panas yang kering (Huang, 2016b). Suhu optimum bagi tanaman kiwi berkisar 20 – 30o C, namun beberapa jenis Actinidia yang lain bahkan tahan terhadap suhu dingin di bawah 0oC (Burdon & Lallu, 2011).

Buah kiwi mempunyai kandungan gizi yang penting, termasuk kaya akan vitamin C, serat, mineral dan sumber fitokimia, yaitu fenolik, flavonoid dan klorofil yang mana mempunyai manfaat kesehatan yang penting bagi konsumen, di antaranya sebagai anti karsinogen dan untuk sistem kekebalan tubuh (Fazayeli, Kamgar, Nassiri, Fazayeli, & De la Guardia, 2019; Hunter, Skinner, & Ferguson, 2016; Soquetta et al., 2016).

Buah Kiwi juga merupakan sumber beberapa molekul bioaktif alami untuk antioksidan, seperti asam askorbat, fenolat, karotenoid dan tokol, sehingga mempunyai efek untuk meningkatkan kesehatan. Bahkan, mengonsumsi satu buah kiwi saja dapat memenuhi kebutuhan harian akan vitamin C yang direkomendasikan (D’Evoli et al., 2015). Selain dikonsumsi sebagai buah segar, kiwi juga bisa diolah menjadi jus, selai, es krim, buah kalengan, buah kering, keripik, dan sebagainya (Li & Zhu, 2017; Ward & Courtney, 2013).

Sebanyak 70% dari total produksi kiwi dunia adalah dari jenis A. deliciosa dengan varietas Hayward (kiwi hijau). Meskipun buah kiwi kuning dari jenis A. Chinensis telah diperkenalkan dan tersedia di pasar internasional, namun sampai saat ini buah kiwi hijau masih yang paling banyak diperdagangkan secara internasional (Ferguson, 2013).

sumber : INDO-HITS (Indonesian Horticultural Innovation, Technology and Science) : Sumber Daya Genetik Tanaman Buah Subtropika Potensial : Lizia Zamzami, Zainuri Hanif,)

Agenda

no event