Mengenal Buah Subtropika : Kesemek

Kesemek diyakini berasal dari China dan merupakan sumber makanan yang penting di China, Jepang, dan Korea sejak masa prasejarah (Tetsumura et al., 2008;Yonemori et al., 2000). Kesemek telah tumbuh di Vietnam, Indonesia dan Filipina sejak lama (Morton, 1987).

Kesemek juga tumbuh di Amerika Serikat, Brasil, Australia, Rusia dan Uni Soviet, serta beberapa negara di Asia Tenggara (Orwa etal., 2009). Penyebaran kesemek ke benua lain disebabkan karena daya adaptasinya yang tinggi di daerah beriklim sedang dan tropis (Kluge & Tessmer, 2018). Secara alami, penyebaran kerabat kesemek, yaitu D. virginiana, dibantu oleh beragam mamalia.

Kesemek membutuhkan iklim sedang hingga sedang-ringan (mild temperate) untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kesemek mungkin tidak dapat berbuah pada dataran rendah di daerah tropis.

Di Brasil, kesemek dianggap cocok dan dapat ditanam pada semua zona yang menguntungkan bagi tanaman jeruk. Namun demikian, zona dengan suhu terdingin pada musim salju menginduksi hasil buah tertinggi (Orwa et al., 2009).

Kesemek dapat tumbuh pada ketinggian 0-2500 meter di atas permukaan laut. Tanah yang paling baik untuk budidaya kesemek adalah tanah dengan tekstur medium dan dalam, namun kesemek dapat juga tumbuh pada tanah dengan kandungan liat dengan drainase yang baik.

Di Indonesia kesemek merupakan salah satu buah subtropis yang semakin langka namun tetap memiliki potensi pasar. Hal ini terlihat dari tren impor buah kesemek dari tahun 2012 hingga tahun 2018, yang mengalami kenaikan 97,8%, dari 52 ton menjadi 102,9 ton.

Di sisi ekspor, peluang yang terbuka belum dapat ditangkap sepenuhnya oleh Indonesia, salah satunya permintaan dari Singapura. Beberapa sentra kesemek di antaranya Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

(sumber : INDO-HITS (Indonesian Horticultural Innovation, Technology and Science) : Sumber Daya Genetik Tanaman Buah Subtropika Potensia: Titistyas Gusti Aji, Norry Eka Palupi, dan Emi Budiyati)

Agenda

no event