Mengenal Buah Subtropika : Jaboticaba

 

Jaboticaba brazilian tree with a lot of full-blown fruits on trunk

Anggur pohon atau jaboticaba (Plinia cauliflora (Mart.) Kausel) merupakan salah satu anggota spesies dari suku Myrtaceae. Nama jaboticaba berasal dari istilah“Tupi term, jabotim, for turtle”yang berarti “like turtle fat”, yang mungkin merujuk pada istilah bubur buah (Morton en Morton, 2004). Tanaman anggur pohon dibudidayakan dalam sedikit oleh petani di wilayah selatan Brasil.

Buah ini biasanya panen satu hingga dua kali dalam satu tahun (S. Wu, Long en Kennelly, 2013). Tanaman ini memerlukan waktu 5 – 6 bulan untuk proses pertumbuhan dan satu bulan untuk proses pengerasan (hardening) sebelum tanaman cukup kuat untuk dipindahkan ke kebun (Basir et al., 2018).

Jaboticaba merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Myrtaceae dan merupakan tanaman endemik di daerah Brasil tengah, selatan dan tenggara (Barcellos et al., 2015).

Jaboticaba ditemukan di wilayah Barat Daya Negara Bagian Paraná (Brasil), di sebagian Hutan ‘Araucaria’. Tanaman dewasa Jaboticaba pada area ini setidaknya berjumlah 4.000 tanaman dengan rata-rata ketinggian mencapai 15 meter dan diameter 41 cm (Danner et al., 2011).

Tanaman jaboticaba banyak dibudidayakan di kota Casa Branca di State of São Paulo (Brasil) yang tercatat terdapat lebih dari 41.000 tanaman (Vieira en Ferreira, 2013). Di Brasil jaboticaba bekembang mulai daerah tepi pantai sampai dengan ketinggian 3000 kaki. Beberapa spesies dapat bertahan pada suhu 24oF atau kurang tetapi yang lain tidak bertahan pada suhu 27oF. Di California, Jaboticaba sukses berkembang di San Diego, Spring Valley, Bostonia, Encitasm Los Angeles Selatan, San Jose dan San Fransisco (Morton, 1987).

Tren mengoleksi anggur pohon di Indonesia bermula saat terdengar kabar ada kebunnya di Taiwan. Sebanyak 50 Plinia cauliflora ditanam Pan Liang Hwa di Chou Zhou, Ping Tung, Taiwan, di lahan seluas 4,3 ha. Sejak itu banyak penangkar berburu bibit ke berbagai negara. Kisaran tahun 2010 diketahui ada anggur pohon berumur lebih 100 tahun di Kebun Raya Cibodas, Cianjur. Tanaman itu diduga sebagai asal tanaman-tanaman bonsai Jaboticaba di Indonesia.

Anggur pohon di Indonesia dikembangkan oleh kolektor-kolektor buah sebagai bahan bonsai, landscaping, dan produksi buah hanya 1-50 tanaman dan tersebar di berbagai daerah.

Kebun Jaboticaba yang terbanyak jumlah tanamannya pada tahun 2010 ada di Blitar sebanyak 3.500 tanaman, dan di Bandung 1.000 tanaman (www.trubusonline.co.id. 2010). Namun demikian, sampai dengan saat ini belum ada info lebih lanjut tentang pengembangan anggur pohon ini.

(sumber : INDO-HITS (Indonesian Horticultural Innovation, Technology and Science) : Sumber Daya Genetik Tanaman Buah Subtropika Potensial : Emi Budiyati, Anis Andrini, Imro’ah Ikarini)

Agenda

no event