Mengawal Jeruk di Jambi

Kegiatan pelatihan pikung di Jambi, Foto : Ir. Otto Endarto, M.Si

Dalam upaya hilirisasi teknologi jeruk, Balitjestro memberikan pendampingan di beberapa wilayah yang melakukan pengembangan.

Salah satu daerah yang sedang mengembangkan jeruk adalah jambi dengan varietas keprok Terigas, siam Banjar dan keprok Borneo Prima.

Ir Otto Endarto, M.Si peneliti Balitjestro beberapa waktu lalu melakukan pengawalan  untuk mendampingi petugas dan petani dalam membudidayakan jeruk.

Dalam keterangan tertulisnya disampaikan bahwa kegiatan di lakukan di kawasan pengembangan tanaman jeruk di Kecamatan Betara, Kabupaten Kuala Tungkal, Provinsi Jambi

Kegiatan yang dilakukan yaitu pemangkasan cabang bekas buah dan tunas tunas air dan penambahan tanah dari selokan pada piringan tanaman jeruk yang sudah mulai terlihat akarnya, kemudian diteruskan dengan pemberian kapur dolomit yang bertujuan untuk menaikkan pH tanah.

Sementara itu di  Desa makmur jaya mengembangkan keprok borneo Prima dan siam Banjar seluas 15 ha. Kondisi di lapang membuktikan bahwa dengan umur yang sama jenis Siam sudah berbuah 2 kali sedangkan keprok belum berbuah. Petani sedikit kecewa dan pemeliharaan terhadap jeruk keprok sedikit di abaikan. Akibatnya banyak tanaman yang tidak dilakukan pemangkasan pemeliharaan.

Untuk mengatasinya dilakukan teknik Pikung untuk diaplikasikan  dan dipantau 2 bulan ke depan. Dan kegiatan sebelumnya yaitu melakukan pemangkasan pemeliharaan terhadap tunas-tunas air yang tumbuh lebih dominan

Selanjutnya dilakukan pelatihan penjarangan buah pada jeruk siam Banjar umur 3 tahun. Rata-rata jumlah buah per 1 tunas antara 4-6 buah sehingga buah terlihat sangat kecil dan beragam. Saat dilakukan penjarangan rata-rata petani merasa sayang melihat jumlah penjarangan yang cukup banyak.

Hal ini yang harus terus dilakukan sosialisasi dan pemahaman terhadap petani agar jeruk kita bisa bersaing dengan jeruk yang ada dipasaran. Oleh karena itu perlu adanya tanaman contoh atau demplot yang dilakukan sesuai dengan SOP atau teknologi anjuran agar petani bisa melihat dan percaya.

BPTP dan Dinas Pertanian setempat diharapkan dapat merealisasikan sehingga bisa dijadikan acuan ke depan dan cita-cita daerah setempat menjadi daerah wisata agro akar tercapai mengingat desa tersebut merupakan desa teladan dari perlombaan yang diadakan tahun 2019. (fajar/otto)

Agenda

no event