Mengawal Jeruk di Istana Kepresidenan Cipanas

Tanaman jeruk yang ditanam di Istana Kepresidenan Cipanas beberapa waktu lalu terus di kelola dengan dukungan teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan), Kementerian Pertanian dalam budidayanya.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan pengawalan teknologi jeruk yang dilakukan balitbangtan dengan mengirimkan tim teknis  untuk mengaplikasikan inovasi teknologi jeruk , 10-13 Oktober 2017.

Tim yang terdiri dari Dr.Ir. Rudy Soehendi MP (Balithi),  Ady Cahyono SP (Balitjestro), beserta tim melakukan kegiatan pendampingan teknologi disana. Kegiatan ini diterima oleh Kepala Subbagian Perlengkapan Istana Kepresidenan Cipanas  Ferdy Sjaiful, ME, beserta staf.

Kegiatan yang dilakukan adalah pemupukan, pemangkasan jeruk, pengendalian hama penyakit di tabulampot maupun yang berada di lapang dengan teknologi  yang ada. Dengan rekomendasi teknologi diharapkan tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat serta dapat berproduksi sesuai harapan.

Jeruk yang berupa tabulampot maupun yang ditanam di lahan di Istana Cipanas  antara lain, Sitaya Agrihorti, Keprok Batu 55, Siam Madu, Lemon , Keprok RGL,  dan Krisma Agrihorti serta jenis jeruk hias yaitu Nagamik.

Jeruk jeruk tersebut merupakan varietas unggul jeruk nusantara yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Dengan adanya tampilan jeruk diharapkan mampu menambah wawasan dan mengenal kekayaan sumber daya genetik di Indonesia dalam hal ini jeruk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke .

Rencana ke depan akan dikembangkan lagi jeruk untuk ditanam di istana kepresidenan lainnya selain di Cipanas. (fjr/ady)