Menerapkan Teknologi Anjuran, Tanaman Petani Jeruk di Mulyorejo Tuban Berbuah Lebat

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, penanaman jeruk di wilayah ini mencapai 875 hektar sampai akhir tahun 2014. Di Kecamatan Singgahan, Terutama di Desa Mulyorejo yang merupakan wilayah pengembangan pertama di Tuban sejak tahun 2009, areal tanam jeruk di Desa ini mencapai 128 hektar.

Kelompok Tani Mulyo telah panen jeruk pada tahun 2013, 2014 dan tahun 2015 ini diperkirakan panen lebih baik lagi, banyak pohon yang berbuah lebat. Panen pertama dan kedua di tahun 2013 dan 2014 tidak maksimal karena buah jeruk yang seharusnya mereka nikmati tidak terjaga dengan baik. Keberadaan komoditas tanaman jeruk yang masih baru di wilayah itu mendorong beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab mengambil buah jeruk yang mulai masak. Petani pun tak kuasa menahan sedih, usaha jerih payah mereka selama setahun tidak bisa dinikmati.

Sebagai petani yang sebelumnya berlatar belakang tanaman pangan, tidak mudah mengubah paradigma menjadi petani hortikultura yang membutuhkan modal cukup besar. Namun, Badan Litbang Pertanian melalui program Penelitian Mutu Buah Jeruk dan Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) secara intensif terus mengajak petani menerapkan teknologi anjuran pengelolaan terpadu kebun jeruk sehat.

Demo plot dibuat di 4 kebun petani dan didampingi dengan baik. Harapannya, petani akan mendapatkan hasil optimal dari pemeliharan sesuai anjuran dan akan ditiru petani lainnya. Perawatan (pemupukan, penyemprotan, pemangkasan, dll) yang dilakukan sampai akhir tahun 2014 yang lalu tampak nyata hasilnya di tahun 2015 ini. Hampir semua tanaman jeruk berbunga dan bertahan sampai pertengahan tahun ini dengan buah sangat lebat. Beberapa tanaman bahkan patah karena tidak disangga dengan bambu.

Melihat data luas areal tanam yang ada di Kabupaten Tuban, tentunya tanaman yang menghasilan (TM) seharusnya mencapai 400 hektar. Namun di lapang, mencari buah jeruk keprok tejakula maupun keprok madura sangat sulit. Hal ini disebabkan karena tidak semua tanaman jeruk berbunga (karena kurang stress) dan perawatan yang dilakukan tidak optimal. Disisi lain, ketersediaan benih jeruk yang bermutu belum sepenuhnya diterapkan.

Pengembangan Jeruk di Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan di tahun 2009 sebanyak 50 hektar menggunakan benih berlabel produksi KPRI Citrus. Teknologi perbenihan sesuai anjuran menjadi pintu sukses keberhasilan budidaya jeruk.

Evaluasi dan perbaikan perlu terus dilakukan agar penanaman yang ditargetkan sebanyak 1050 hektar sampai 2015 ini dapat panen sepenuhnya dan mampu membanjiri Tuban dengan produk buah jeruk unggulan.

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event