Memanfaatkan Keragaman Lengkeng Untuk Perakitan Varietas Baru

Sejak tren lengkeng dataran rendah dimulai pada awal tahun 2000-an, hingga saat ini tidak terhitung berapa banyak varietas introduksi yang telah dikembangkan. Generasi yang dikenal pertama kali dimulai dari lengkeng Pingpong, Diamond River dan Itoh hingga beberapa tahun terakhir lengkeng Ruby yang menarik karena memiliki kulit buah berwarna merah.

Namun, dari sekian banyak lengkeng yang telah dilepas, hanya sedikit yang bertahan untuk dikembangkan dalam skala luas, antara lain Itoh dan Kateki. Hal ini tidak lain karena keunggulan varietas tersebut dari segi karakter buah, yaitu daging buah tebal, kering, rasa manis dengan biji sedang atau kecil.

Banyaknya lengkeng dengan keunikan dan keunggulan masing-masing sebenarnya memberi peluang untuk perakitan varietas baru. Dengan memetakan keunggulan masing-masing varietas, petani, peminat lengkeng hingga pemulia bisa dengan mudah menciptakan varietasnya sesuai dengan tujuan perakitan tertentu.

Tabel di bawah ini menunjukkan karakter varietas yang umum dikenal masyarakat, termasuk varietas yang belum dilpeas namun sudah dikembangkan di masyarakat, yang dapat digunakan sebagai referensi dalam memilih varietas untuk dijadikan induk dalam perakitan varietas.

Dari tabel diatas, kemudian dapat disusun skema perakitan varietas, misalnya dengan metode sederhana seperti persilangan. Aturan umum pada saat melakukan persilangan adalah varietas yang ingin diperbaiki karakternya dijadikan induk betina namun perlu dilakukan persilangan resiprokal (dibalik, induk betina menjadi induk jantan) untuk memperbesar keragaman dan meningkatkan peluang mendapatkan varietas sesuai yang diinginkan.

Tabel berikut menyajikan pilihan skema persilangan untuk mendapatkan varietas dengan karakter tertentu.

Persilangan termasuk metode sederhana dan dapat dilakukan siapa saja tanpa keahlian khusus. Namun untuk lengkeng, diperlukan pengenalan jenis bunga terlebih dahulu karena bunga yang berfungsi sebagai jantan dan betina terletak dalam bunga yang terpisah.

Kuncup bunga jantan memiliki bentuk bulat pepat, agak datar dibagian atasnya sedangkan kuncup bunga betina memiliki bulat dengan ujung meruncing (lihat lingkaran merah pada Gambar).

Bunga lengkeng jantan (kiri) dan betina (kanan)

Alat yang dibutuhkan hanya gunting, pinset, dan kantong kertas (dapat dibuat dari kertas minyak/layangan). Jenis bunga pada lengkeng Persilangan sebaiknya dilakukan saat matahari sudah terasa panas (setelah jam 8 pagi) untuk menstimulasi pecahnya kotak sari.  Bunga betina dipilih dalam fase balon (sudah mengembang tapi belum mekar).

Benang sari dari bunga betina harus dibuang terlebih dahulu. Bunga disilangkan dengan cara benang sari dari induk jantan ditempelkan pada bunga pada induk betina. Bunga lengkeng mudah rontok dan serbuk sarinya relatif lengket sehingga persilangan dilakukan dengan lebih hati-hati.

Setelah persilangan, bunga disungkup dengan kantong kertas dan diberi label berisi tanggal, kode induk betina dan jantan). Sungkup dapat dibuka seminggu setelah persilangan. Jika persilangan berhasil, bunga akan lekat di rantingnya, sebaliknya jika gagal bunga akan rontok. (Baiq Dina Mariana/Balitjestro)

 

Agenda

no event