Melihat Potensi “Bukit Jeruk” di Malang

Kawasan perbukitan yang penuh dengan tanaman jeruk sehingga tampak seperti "bukit jeruk"
Kawasan perbukitan yang penuh dengan tanaman jeruk sehingga tampak seperti “bukit jeruk”

Kabupaten Malang memiliki wilayah yang merupakan daerah dataran tinggi atau perbukitan . Salah satu daerahnya adalah wilayah kecamatan Dau. Di kecamatan ini sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sayuran dan buah-buahan. Salah satu komoditas buah yang dikembangkan disini adalah jeruk. Jeruk merupakan komoditas utama daerah ini yang telah ditanam oleh petani secara turun temurun.

Sentra jeruk di Dau ini berada di desa Selorejo yang terletak di ketinggian 800-1000 mdpl. Kalo dilihat hamparan jeruk yang ada di kawasan ini tak ubahnya seperti “bukit jeruk”. Hampir seluruh kawasan dipenuhi dengan tanaman jeruk, yang tersebar baik di lahan maupun lereng-lereng perbukitan. Luas dari “bukit jeruk” ini sekitar 300 ha dengan tanaman jeruk manis pacitan dan sebagian keprok. Kawasan perbukitan yang menghijau, udara yang masih segar menambah daya tarik untuk berkunjung ke sini. Meski  untuk sampai di lokasi harus melewati jalanan yang agak sempit, berkelok-kelok dan menanjak. Namun semua itu akan terbayar lunas apabila kita sudah sampai di kawasan jeruk. Di kiri-kanan hanya ada tanaman jeruk baik yang masih kecil maupun yang sudah berproduksi. Pada saat musim panen, jeruk yang menguning akan menjadi pemandangan yang akan dijumpai di sana. Pada masa panen  di beberapa kebun telah dijadikan lokasi wisata petik jeruk sehingga masyarakat dapat berekreasi sekaligus menikmati  buah jeruk dengan memetik sendiri di kebun.

Menurut penuturan beberapa petani disana penghasilan utama untuk kebutuhan hidup  adalah dari jeruk. Dari hasil jeruk para petani dapat meningkat perekonomiannya. Apabila kita datang ke sana meski di daerah yang jauh dari pusat kota dan berada di dataran tinggi dan perbukitan namun terlihat kawasan ini merupakan daerah yang tingkat pendapatan penduduknya cukup tinggi.

Jeruk dari daerah ini telah dikirim ke beberapa kota di Indonesia baik di Jawa Timur, Jakarta, Jogja, Solo, dan masih banyak lagi. Jenis jeruk yang banyak dikirim merupakan jenis baby atau manis pacitan. Dalam masa panen harga jeruk pacitan berkisar 3000-5000 per kg dari petani. Jeruk ini banyak digemari masyarakat untuk dibuat minuman dalam bentuk jus atau perasan. Di pasar atau di sepanjang jalan terdapat pedagang jus jeruk pacitan dengan harga yang relatif terjangkau.

Sekarang ini petani sudah banyak yang mulai menanam jeruk keprok dengan tidak meninggalkan tanaman jeruk pacitan. Harga jual dari jeruk keprok ini lebih mahal dari jeruk pacitan jadi dapat lebih meningkatkan pendapatan. Adapun  jenis jeruk keprok yang ditanam adalan Batu 55 yang merupakan unggulan nasional.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam mendukung pengembangan jeruk dikawasan ini adalah dengan melakukan riset di kebun milik petani dengan menerapkan inovasi teknologi yang di hasilkan beberapa waktu yang lalu. Hal ini untuk memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan pengelolaan jeruk untuk menghasilkan jeruk yang bagus dan produksinya tinggi serta umur produksi panjang.  Selain itu teknologi top working juga diterapkan disana. Sebagian besar tanaman jeruk pacitan yang sudah tidak produktif diganti dengan keprok Batu 55.  Dengan teknologi ini petani akan lebih mudah dan cepat untuk penggantian varietas serta dapat lebih cepat berproduksi dibanding harus dengan menanam tanaman baru.

Dengan dukungan dan kerjasama yang baik  antara pemerintah dengan  petani  dalam mengembangkan agribisnis jeruk akan menjadikan “bukit jeruk” yang berada di Kecamatan Dau Kabupaten Malang tetap terjaga. Kondisi ini akan mampu untuk memperkuat komoditas hortikultura nasional sehingga mampu bersaing sekaligus menjadi substitusi dari jeruk impor yang sudah membanjir di semua daerah. [fajar/balitjestro]

Keprok Batu 55 hasil dari teknologi top working yang diaplikasikan di kebun petani jeruk di Kecamatan Dau
Keprok Batu 55 hasil dari teknologi top working yang diaplikasikan di kebun petani jeruk di Kecamatan Dau

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event