Media Dedak dan Jagung Sebagai Media Alternatif untuk Perbanyakan Agen Hayati

Agen hayati memerlukan nutrisi untuk tumbuh, maka media jagung dan dedak baik untuk media tumbuh jamur karena mempunyai beberapa kandungan untuk pertumbuhan jamur.

Oleh : Unun Triasih
Balai Penelitiaan Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Agen hayati adalah setiap organisme yang meliputi spesies, sub spesies, atau varietas dari semua jenis serangga, nematode, protozoa, cendawan, bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lain yang dalam semua tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian OPT dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluan lainnya (Permentan no 411 tahun 1995). Untuk memperbanyak agen hayati biasanya menggunakan media artifisial seperti Potato Dextrose Agar yang harganya mahal dan harus dilakukan di tempat yang steril seperti laboratorium. Untuk mempermudah perbanyakan agen hayati maka perlu dikembangkan media alternatif yang mudah didapat dan murah harganya sperti dedak dan jagung. Penggunaan media jagung dan dedak ini tergantung jenis agen hayati. Ada beberapa jenis agen hayati yang bisa diperbanyak di media dedak yaitu Trichoderma dan Gliocladium sedangkan untuk meda jagung antara lain jamur entomopatogen Beauvera bassiana.

Agen hayati memerlukan nutrisi untuk tumbuh, maka media jagung dan dedak baik untuk media tumbuh jamur karena mempunyai beberapa kandungan untuk pertumbuhan jamur. Menurut Koswara (2009) biji jagung mengandung 10% protein, karbohidrat (pati 61%, gula 1,4%) sehingga dapat digunakan subagai sumber bahan makanan pertumbuhan mikroorganisme. Media yang paling efektif untuk perbanyakan Trichoderma sp. adalah media dedak, dengan kemampuan pertumbuhan Trichoderma sp. 100 % pada hari ke-4 HSI, selisih bobot media sebelum dan setelah inokulasi/inkubasi 2,04 g dan jumlah konidia 104,125.103 /g media (Gusnawaty HS, 2017). Dedak atau bekatul mengandung protein 8,77%, dan karbohidrat 84,36% (Hartanto, 2010). Susunan kimia yang terkandung ke dalam bekatul antara lain bahan organik (76,60 % ), Nitrogen (1,51 -3,6%), P2O3 (2,75 -4,87 % ).

Berikut ini cara perbanyakan agen hayati menggunakan media dedak :

Alat yang digunakan antara lain: Panci kukusan , baskom, staples, sendok, gelas plastik, pengaduk, kompor, kotak isolasi (incase),  adapun bahan yang digunakan adalah : dedak 1 kg, yeast ekstrak 3.75 gram, air bersih 1 Liter, kantong plastik tahan panas uk ¼ kg , lilin.

Cara membuat:

  • Campurkan dedak dengan air
  • Larutkan teast ekstrak dnegan sedikit air kemudian campurkan ke media dedak aduk sampai merata
  • Masukkan dedak ke dalam kantong plastik sebanyak 5 sendok kemudian lipat plastik dan rekatkan dengan staples
  • Kukus dalam panci selama 1 jam
  • Angkat dedak dari panci dan biarkan dingin
  • Setelah dingin, ambil inoculum (Trichoderma / Gliocladium / lainnya) di dalam incase kemudian tutup dengan merekatkan plastic d atas lilin
  • Inkubasi sampai inoculum memenuhi media dedak, dan inoculum siap digunkan untuk aplikasi

Aplikasikan di daerah perakaran selebar kanopi tanaman , bisa juga dcampur dengan kompos saat aplikasi

Cara perbanyakan media jagung :

Alat yang digunakan antara lain: Panci kukusan, baskom, staples, sendok, pengaduk kompor, kotak isolasi (incase), adapun bahan yang digunakan adalah jagung 1 kg, gula pasir 20 kg, air bersih 1 liter, kantong plastik tahan panas uk ¼ kg , lilin.

Cara membuat:

  • Rendam jagung selama 24 jam, cuci bersih dan tiriskan
  • Kukus media jagung di dalam panci selama 15 menit kemudian taburkan 20 gram gula pasir aduk secara merata dan dkukus lagi selama 5 menit
  • Biarkan dingin, kemudian masukkan jagung pada kantong plastic sebanyak 5 sendok kemudian lipat platsik dan tutup dnegan staples
  • Kukus di panci selama 1 jam, setelah itu angkat dan biarkan dingin
  • Isolasi di dalam incase, ambil inoculum (bassiana) letakkan di media jagung kemudian tutup plastic dengan merekatkan plastic di atas lilin
  • Inkubasi sampai inokulum memenuhi media jagung dan inokulum siap untuk aplikasi

Aplikasi: Siapkan larutan suspensi untuk semprot, sebanyak 1 bungkus (± 100 gram ) campur dengan air dan diaduk, biarkan semalam. Kemudian saring dengan kain , larutan suspensi siap digunakan. Sebelum diaplikasikan larutan di tambahkan perekat / perata seperti agristik.

Agen hayati yang mudah cara perbanyakannya, murah dan ramah lingkungan bisa menjadi alternatif pengendalian penyakit tanaman selain pestisida. Pestisida mempunyai efek yang merugikan baik untuk lingkungan, manusia dan tanaman itu sendiri sehingga perlu dikembangkan pengendali yang ramah lingkungan seperti agen ahyati yang sudah mulai dikenal dan dikembangkan oleh petani.

Referensi

  • Gusnawaty HS, Muhammad Taufik, La Ode Santiaji Bande, & Agus Asis. 2017. Efektivitas Beberapa Media Untuk Perbanyakan Agens Hayati Trichoderma sp. J. HPT Tropika.  Vol. 17, No. 1
  • Hartanto, T. 2010. Efektivitas jamur Beauvaria bassiana dalam mengendalikan uret (Phylloghaga helleri) pada padi gogo (Oryza sativa L.). Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
  • Koswara. 2009. Tekmologi Pengolahan Jagung. Penerbit Dian Rakyat. Jakarta

                                                                            

 

Agenda

no event