Manajemen dan Pemanfaatan Jeruk Untuk Imunitas Tubuh

Hamparan jeruk keprok Batu 55 di IP2TP Tlekung. Foto : Aminuddin Fajar

Pandemi Covid 19 menjadikan orang berupaya meningkatkan imunitas tubuh sebagai langkah pencegahan dari penyakit ini. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin C salah satunya jeruk.

Jeruk saat ini merupakan buah yang paling banyak dicari masyarakat. Terlebih adanya wabah imunitas tubuh merupakan hal utama untuk menangkal penyakit sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi buah jeruk sebagai penambah kekebalan tubuh .

Jeruk mempunyai kandungan Vit C, Hesperidin, Naringin, Carotonoids yang mempunyai manfaat sebagai antioksidan  pencegahan akibat molekul radikal bebas penyebab penyakit.

Badan Litbang Pertanian (balitbangtan) memiliki  258 koleksi Sumber Daya Genetik (SDG) Jeruk yang dikelola Balitjestro.

Beberapa varietas merupakan jenis fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan atau bisa disebut biofarmaka. Hal ini disebabkan varian jeruk tersebut bisa diolah ataupun dikonsumsi dan mempunyai fungsi untuk kesehatan, seperti disampaikan Kepala Balitjestro Dr. Ir. Harwanto, M.Si dalam webinar “Manajemen Produk Primer dan Pemanfaatan Produk Turunan Jeruk untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Era New Normal”, Rabu (08/7)

“Dalam mengelola kebun jeruk, diperlukan media tanam yang subur dengan sumber daya hayati lokal (tumbuhan, hewan, mikrobia untuk peningkatan kualitas produk pertanian & menghindari penurunan kualitas lahan” , jelas Dr.Ir. Nugroho, Susetya Putra, M.Si Kepala Pusat Studi Penglolaan Sumber Daya Hayati UGM.

Sementara itu Dr. Kumala Dewi Dosen Fakultas Biologi UGM menyampaikan ragam  manfaat flavonoid untuk kesehatan diantaranya  antidiabetes, antioxidan, anti hipertensi dan masih banyak lagi. Disamping itu dapat sebagai penguat imunitas terlebih di masa pandemi Covid 19 sekarang ini. Selanjutnya disampiakan  Fisiologi Perkembangan dan Pematangan Jeruk dalam materi webinarnya.

Dalam kesempatan yang sama Dr. Endah Retnaningrum Dosen Fakultas Biologi memberikan materi mengenai peran bakteri laktat dalam pengelolaan da pengolahan kebun jeruk. Peran tersebut diantaranya Plant Growth Promoting Microorganisme (PGPM) , pengawetan pangan serta pemanfaatan probiotik produk tanaman jeruk.

Webinar ini terselenggara atas kerjasama Balitjestro dengan Kepala Pusat Studi Penglolaan Sumber Daya Hayati UGM dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. (aminuddin fajar/balitjestro)

Agenda

no event