Magang Budidaya Jeruk Petugas dan Petani Magetan

magetan-001

Pengembangan Jeruk Keprok Batu 55 di kabupaten Magetan terus mengalami peningkatan. Tahun 2014, pengembangan jeruk keprok Batu 55 seluas 30 ha dilaksanakan di kecamatan Parang dan Poncol.  Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Ir. Dwi Suprih dalam acara pembukaan magang Teknologi Budidaya Jeruk Keprok Batu 55 yang dilaksanakan di Balitjestro Senin, 25 Agustus 2014 lalu. Pemagangan ini diikuti oleh 8 orang petani dan petugas lapang Dinas Pertanian Kabupaten Magetan. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan acara magang untuk menimba informasi yang sebanyak-banyaknya, dan diharapkan pemagangan ini dapat mendukung keberhasilan budidaya tanaman jeruk Keprok Batu 55 di Kabupaten Magetan sehingga kedepan  mampu meningkatkan penghasilan petani.

 Acara dibuka oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP yang sekaligus memaparkan tentang Dukungan Inovasi Teknologi yang dihasilkan oleh Balitjestro dalam mendukung pengembangan kawasan jeruk.

Pemagangan akan dilaksanakan selama lima hari dengan menyampaikan seluruh materi teknologi budidaya tanaman jeruk, dimulai dari Teknologi Perbenihan, Budidaya, Pemupukan dan Pengairan, hingga pengendalian OPT yang banyak menyerang tanaman Jeruk.  Selain materi dikelas, peserta juga berkesempatan untuk melaksanakan praktikum dilapangan yang dipandu oleh para instruktur dari Balitjestro.

Materi yang telah disampaikan berupa Teknologi Perbenihan tanaman Jeruk serta Teknologi Budidaya Tanaman Jeruk Keprok Batu 55. Hari ini peserta mengikuti pemaparan tentang Teknologi Purigasi untuk mengetahui teknik Pemupukan dan Irigasi yang tepat pada tanaman jeruk. Materi disampaikan oleh Ir. Sutopo, M.Si. dan akan dilanjutkan dengan presentasi Ir. Agus Sugiyatno, MP dalam materi Teknologi Top Working pada tanaman jeruk. Dua materi hari ini akan diikuti dengan praktikum lapang dan akan dipandu Teknisi Balitjestro Marsono dan Dwi Agung Susanto, SP.(UNT/balitjestro)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event