Lompatan Untuk Hasilkan Inovasi Teknologi

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan)  diberi amanah memasukkan inovasi teknologi dalam program Kementerian Pertanian (kementan) dan program pertanian secara menyeluruh sehingga bertambah produktivitas dan pendapatan petani berbasis inovasi teknologi. Balitbangtan tidak hanya bertumpu pada pendalaman sains dan penelitian tetapi menghasilkan inovasi teknologi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr.Ir. Muhammad Syakir, MS saat mengadakan kunjungan kerja di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Rabu, 05/04/2017.Turut serta dalam kunjungan ini Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr.Ir Hardiyanto, M.Sc serta jajaran eselon 3 unit kerja dibawah balitbangtan.

Dalam arahannya disampaikan bahwa paradigma balitbangtan sekarang  memasuki masa lompatan dalam menghasilkan inovasi teknologi dan membumikan inovasi teknologi dalam satu tarikan nafas.

 

Penelitian untuk menghasilkan lompatan dapat dilakukan dengan kerjasama pihak luar. Kerjasama ini untuk mempermudah dalam menghasilkan inovasi untuk disampaikan ke masyarakat. Karena kita dituntut untuk memberikan hasil teknologi kepada masyarakat dalam sektor pertanian. Untuk itu diperlukan pendekatan-pendekatan yang baru tidak lagi dengan paradigma lama. Jangan sampai terperangkap dalam penelitian dalam kebiasaan di masa sekolah di perguruan tinggi.

Balitbangtan dipercaya untuk menghasilkan inovasi teknologi yang menghasilkan spektrum sosial ekonomi.Penelitian harus menghasilkan invensi yang menjadi inovasi teknologi. Selanjutnya inovasi tersebut harus berdampak pada sosial ekonomi masyarakat sehingga komoditasnya harus memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat .

Riset yang harus dihasilkan harus sesuai dengan keinginan pasar dan apa yang menjadi prioritas kementerian pertanian. Sehingga riset-riset harus disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan pasar.

Untuk menghasilkan lompatan  inovasi teknologi harus menggunakan inovasi terbuka. Artinya penelitian harus berdasar pada tinjauan pustaka tentang hasil riset terbaru dan tidak lagi mulai dari nol.

Kemudian sesuai arahan presiden, kementerian pertanian sekarang ini harus mengembangkan hortikultura yang salah satunya jeruk. Impor jeruk yang masih besar menunjukkan bahwa komoditas ini  sangat penting dalam sosial ekonomi masyarakat.

Jeruk berpotensi kuat untuk dikembangkan karena sudah banyak di beberapa daerah yang mempunyai varietas unggulan. Riset yang dilakukan harus memasukkan teknologi di sentra-sentra jeruk di Indonesia yang sudah memiliki pasar yang jelas. Lahan percontohan jeruk bebas penyakit harus berada di dalam lokasi jeruk yang sudah ada dan tidak berada di luar wilayah tersebut.

Selanjutnya Balitjestro diharapkan harus bisa meningkat dalam menghasilkan inovasi teknologi khususnya jeruk dan buah tropika. Untuk mewujudkan itu perlu kerjasama yang kuat antara semua bagian baik antara peneliti, teknisi dan staf staf penunjang penelitian sehingga dapat memberikan lompatan dalam menghasilkan inovasi teknologi. (fjr)

Related Post