Laboratorium Terpadu Balitjestro

[cml_media_alt id='189']Laboratorium Terpadu Balitjestro[/cml_media_alt]

Dengan statusnya sebagai Balai Penelitian, Balijestro harus berusaha terus meningkatkan jaminan mutu hasil penelitian dan layanan teknisnya, sehingga prasarana dan sarana yang memadai seiring dengan meningkatnya status, tugas pokok dan fungsi terus dikembangkan. Untuk mencapai hal tersebut, keberadaan sarana laboratorium dan sarana pendukung kerja seperti screen house, rumah kaca, shade house yang memadai mutlak adanya.

Salah satu fasilitas yang mendapatkan perhatian utama adalah Laboratorium sesuai dengan spesifikasi tugas yang diemban sebagai Balai. Laboratorium yang ada, hendaknya merupakan suatu model yang akan bertanggung jawab untuk merespon kebutuhan sekarang serta mampu untuk mengakomodasi kebutuhan dimasa datang, baik dari segi fisik bangunan, peralatan maupun programnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penataan secara bertahap dan berkesinambungan mengarah pada standar pengelolaan laboratorium yang diakui secara internasional (ISO 17025 : 2005). Dalam rangka penerapan sistem akuntabilitas yang tepat, Balitjestro menerapkan Laboratorium Terpadu yang bertujuan untuk mengefisiensikan sumber daya peralatan, ruang dan SDM.

Laboratorium Terpadu merupakan tatanan Lab. yang mengkoordinir kegiatan-kegiatan penelitian yang membutuhkan sarana laboratorium. Laboratorium Terpadu mengkoordinir pelaksanaan kegiatan-kegiatan penelitian, pelayanan teknis maupun kerjasama yang dilaksanakan pada bagian Lab. Terpadu, yaitu 1. Lab. Kultur Jaringan, 2. Lab. Pemuliaan, 3. Lab. Fitopatologi (Virologi, Bakteriologi, dan Mikologi), 4. Lab. Entomologi dan 5. Lab. Somatik Embriogenesis.

Secara fisik, laboratorium-laboratorium tersebut berada pada suatu wilayah terpadu, kecuali lab. Entomologi. Sehingga manajemen penggunaan peralatan dan sarana dilakukan secara terpadu, dengan cara ini tercipta mekanisme kerja yang efektif dan efisien. Dari pola manajemen ini diharapkan Lab Terpadu Balitjestro mampu menyediakan public good and service sebagaimana diharapkan masyarakat.

Sampai TA 2010, Lab Terpadu melaksanakan kegiatan yang meliputi :

Bagian Lab
Jenis Kegiatan Pengujian

Lab. Fitopatologi

  1. Indeksing penyakit sistemik pada jeruk (5 jenis penyakit)
  2. Perbanyakan massal agen hayati
  3. Identifikasi penyakit pada komoditas mandat (jeruk, anggur, stroberi, apel dan lengkeng)
  4. Identifikasi keragaman Phytophthora dengan teknik PCR

Lab. Kultur Jaringan

  1. Pembersihan varietas jeruk melalui teknik STG in vitro
  2. Perbanyakan/ kultur jaringan jeruk in vitro
  3. Perbanyakan /kultur jaringan stroberi in vitro
  4. Perbanyakan tanaman jeruk melalui teknologi SE

Lab. Pemuliaan

  1. Pengujian keragaman varietas
  2. Pengamatan mikroskopi
  3. Perbanyakan materi pemuliaan secara in vitro
  4. Analisa lainnya (Vit C, Total asam)

Lab. Entomologi

  1. Perbanyakan parasitoid
  2. Perbanyakan predator
  3. Perbanyakan entomopatogen
  4. Pembuatan insektisida nabati
  5. Resistensi dan toksikologi serangga
  6. Efikasi pestisida

Produk teknologi

  1. Bibit jeruk bebas penyakit, STG teknologi: 195 varietas
  2. Biopestisida
  3. Batang bawah jeruk dari produksi massal dengan teknologi Somatik Embriogenesis
  4. Free-penyakit benih stroberi dan apel dari ujung meristem

Penelitian (2004 – 2008)

  1. Penelitian yang telah dilakukan 13 judul
  2. Penelitian melalui kerjasama dengan stake holder yang tersedia 5 judul
  3. Penelitian melalui kerjasama dengan mahasiswa 18 judul

Pelatihan

  1. Kultur jaringan tanaman jeruk dan tanaman subtropis
  2. Identifikasi varietas dengan teknik PCR
  3. Pengindeksan penyakit sistemik dengan teknik Elisa, PCR dan tanaman indikator
  4. Identifikasi dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jeruk dan tanaman subtropis
  5. Produksi massal agensia hayati