Kursus Gratis: Ajang Mengenal Tanaman Jeruk Lebih Dekat

kursus gratis

Kursus gratis produksi benih jeruk bebas penyakit, tabulampot dan top working yang diselenggerakan pada Open House Balitjestro 2014 kali ini dihadiri oleh 132 peserta. Dengan rincian 75 pendaftar dari online dan 57 dari peserta tambahan. Peserta hadir dari Malang Raya, Kediri, Banyuwani, Blitar, Jogja, Madura, Lumajang, dll. Mayoritas peserta hadir karena informasi di website dan media sosial Balitjestro.

Setiono, SP pada sesi pertama mengenai perbenihan menyampaikan materi bagaimana produksi jeruk bebas penyakit itu dan apa saja manfaatnya.  Agribisnis tanaman jeruk yang berkelanjutan dan kompetitif menuntut dukungan industri benih yang tangguh, yaitu menggunakan benih jeruk bermutu prima berlabel bebas penyakit berwarna biru , tersedia saat diperlukan petani pada musim tanam dan dijual dengan harga yang terjangkau petani.

Setiono menekankan petani untuk menanam benih jeruk berlabel yang dijamin mutunya. Ciri benih jeruk bermutu yaitu bebas dari 5 pathogen sistemik. Ke-5 pathogen sistemik tersebut adalah: CVPD (Citrus Vein Ploem Degeration), CTV (Citrus Tristeza Virus ), CVEV (Citrus Vien Enation Virus), CEV ( Citrus Exocortis Viroid ) dan CPs V ( Citrus Psorosis Virus ), dijamin kemurnian varietas batang atas dan batang bawahnya, proses produksinya berdasarkan program pengawasan dan sertifikasi benih yang berlaku.

Hadi Mulyanto, SP pada sesi kedua menyampaikan materi mengenai tabulampot. Tabulampot bisa diusahakan disekitar rumah tinggal sehingga mudah pengawasan dan perawatannya. Dilingkungan pemukiman dan perkotaan tabulampot bisa diintegrasikan dengan tanaman pekarangan lainnya (Kawasan Rumah Pangan Lestari – KRPL) sehingga disamping bermanfaat sebagai sumber gizi juga sebagai taman keluarga.

tabulampot jeruk

Diskusi menarik mengenai teknis pemotongan akar, pemindahan, pupuk yang digunakan dan perlakuan tabulampot untuk berbagai buah pun menjadi tema yang sering ditanyakan peserta. Jenis jeruk yang berbeda menuntut perlakuan yang berbeda pula. Stress kering diperlukan untuk membungakan jeruk dalam tabulampot. Jika jeruk disirami setiap hari, tentu tidak akan berbuah. Metode stress agar jeruk tabulampot berbuah di waktu yang berbeda, misal saat imlek membuat harga tabulampot melonjak, bahkan mampu mencapai harga jutaan.

Ir. Agus Sugiyatno, MP pada sesi ketiga menyampaikan materi mengenai top working. Top working ialah teknologi mengganti varietas tanaman yang sudah ada di lapang dengan varietas baru sesuai selera pasar secara cepat, tanpa harus membongkar tanaman. Teknik ini ialah menyambung atau menempel pada batang bawah tanaman yang berupa pohon besar dengan diameter batang bawah antara 5-30 cm.

praktik top working jeruk
Peserta selain diberikan teori juga diajak untuk ke lapang (visitor plot) untuk melihat hasil top working yang sudah dilakukan dan beberapa diberi kesempatan belajar praktik sendiri.

Tinggalkan Balasan