Kunjungi Balitjestro, Bupati Tapin Gagas Agro Edu Wisata

Bupati Tapin Kalsel berbincang dengan peneliti mengenai produk Pascapanen TSP Jeruk Balitjestro | Foto: Fajar, UTIK Balitjestro

Bupati Tapin Drs. H. M. Arifin Arpan, M.M. dan jajaran Kepala Dinas kunjungi Balitjestro pada Selasa, 10 November 2020. Kepala DInas yang turut dalam rombongan adalah Kepala DInas Pertanian, Kepala Bapelitbang, Kepala DInas Perindustrian, Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan disertai beberapa staf.

Kabupaten Tapin adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Rantau. Kabupaten ini memiliki luas wilayah +2.700,82 km┬▓ dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 326.812 jiwa (2012). Wilayah Kabupaten Tapin meliputi lansekap Daerah Aliran Sungai Tapin.

Diterima oleh Koordinator Jasa dan Penelitian Agus Sugiyatno, Bupati Tapin mengemukakan kunjungan ini bermaksud untuk meningkatkan wawasan dan sumberdaya manusia tentang pengelolaan jeruk. Baik dari aspek budidaya sampai pengolahan, dengan tujuan menjadikan jeruk sebagai komoditas yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

Setelah melihat paparan Agro Edu Wisata TSP Jeruk, gambaran pengelolaan dari hulu dan hilir jeruk semakin jelas. Apalagi Agro Edu Wisata nilai jual paling tinggi pada aktivitas manusia dan dukungan potensi alamnya.  Dosen Universitas Brawijaya, Medha Baskara yang turut diundang untuk memberikan pendapat mengenai penataan tata ruang memberikan banyak masukan agar Agro Edu Wisata benar-benar bisa hidup dan menghidupi petani juga warga sekitar.

Diskusi juga dilakukan di Laboratorium Pascapanen TSP Jeruk Balitjestro. Berbagai produk turunan pangan dan non pangan bisa diproduksi dari jeruk. Rini, Hasim, Hanif dan Trifena menjelaskan berbagai produk yang sudah diproduksi, mendapat ijin edar dan sedang proses MD BPOM. Dan hal ini menarik minat Bupati Tapin yang segera memerintahkan jajarannya merencakan hal itu, agar petani tidak menanam saja tapi juga sudah mempunyai gambaran bagaimana nantinya pengolahan dan pemasarannya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kusuma Agrowisata Batu, lokasi wisata yang mengandalkan alam. Kusuma agrowisata ini berada diketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan lair aut dan berada di lereng pegunungan panderman. Wisata yang tersedia yaitu berkelining di perkebunan dan pengunjung pun bisa petik buah sendiri . Jenis Buah yang bisa di petik adalah buah apel, jeruk, jambu merah, buah naga, stroberi, dan berbagai sayuran hidroponik. Proses untuk menjadi seperti saat ini, dimulai sejak 30 tahun yang lalu. Dan proses inilah yang banyak ditanyakan rombongan Bupati Tapi kepada pengelola.

Kusnan, Kepala IP2TP Punten menjelaskan proses pembuatan benih sebar jeruk | Foto: Hanif, UTIK Balitjestro

Setelah meninjau Kusuma Agrowisata, Bupati Tapin dan rombongan menuju IP2TP Punten, Kawasan perbenihan TSP Jeruk. Kusnan sebagai kepala kebun menunjukkan proses pembuatan benih dan bagaimana membedakan benih yang berkualitas dan tidak. IP2TP Punten selama ini terkenal dengan reputasinya menghasilkan benih sebar berkualitas. Di kebun inilah terpelihara dengan baik berbagai plasmanutfah jeruk se-Indonesia yang jumlahnya mencapai 260 aksesi. [Hnf@2020]

Agenda
No event found!