Kunjungan Peserta Pelatihan Revitalisasi Perbenihan Jeruk Nasional 2015

TrainingPerbenihan

 

Pada hari Kamis, 23 April 2015, Balitjestro kedatangan tamu peserta pelatihan Revitalisasi Perbenihan Jeruk Nasional 2015 dari 15 propinsi wilayah timur di Indonesia sebanyak 50 orang. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan pelatihan yang dimulai pada hari Selasa 21 April 2015 yang diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura.

Rombongan diterima oleh Kasie Yantek dan Jaslit Balitjestro, Dr. Ir. Harwanto, MSi dan staf, sedangkan koordinator rombongan adalah Ir. Elnizar Zainal, MSi, Kepala Sub Bidang Benih Tanaman Buah, Direktorat Perbenihan Hortikultura. Dalam sambutannya Ir. Elnizar Zainal, MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balitjestro atas kerjasamanya selama ini yang sudah dibangun sejak tahun 1994, tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan wawasan peserta mengenai pengelolaan perbenihan jeruk bebas penyakit, sekaligus mempercepat pembangunan perbenihan jeruk di wilayah timur.

Mengingat perbenihan jeruk di Indonesia saat ini tidak semuanya mengikuti regulasi perbenihan jeruk nasional yang berlabel dan bebas penyakit. Ini yang membuat kekhawatiran bersama karena faktor kunci keberhasilan pengembangan jeruk di Indonesia diawali dengan ketersediaan benih jeruk bermutu, berlabel dan bebas penyakit.

Dr. Ir. Harwanto, MSi selaku Kasi Yantek dan Jaslit sekaligus plh Kepala Balitjestro menyampaikan ucapan selamat datang bagi peserta pelatihan yang baru pertama kali ke Balitjestro dan selamat bertemu kembali bagi peserta yang pernah ke Balitjestro. Ucapan terima kasih kepada Direktorat Perbenihan Hortikultura yang masih mempercayakan Balitjestro menjadi kunjungan dan tempat praktek pelatihan serta menunjuk beberapa nara sumber membantu kegiatan pelatihan ini, semoga kerjasama ini akan berjalan semakin baik.

Berkaitan dengan perbenihan jeruk, Balitjestro sebagai penghasil teknologi benih jeruk bebas penyakit juga merasa prihatin dengan kondisi perbenihan jeruk nasional saat ini yang belum semuanya mengadopsi teknologi tersebut. Hasil evaluasi menyebutkan bahwa penangkar-penangkar besar di Jatim, Jateng dan Riau yang mampu menghasilkan benih jeruk 3-4 juta per tahun, ternyata hanya 20% yang mengadopsi teknologi benih jeruk bebas penyakit, sisanya benih jeruk asal-asalan.

Kedepan, kalau masalah ini tidak segera teratasi akan menghancurkan pertanaman jeruk di Indonesia, mengingat benih jeruk yang diproduksi asal-asalan akan mempermudah penularan ke tanaman yang sehat. Harapan besar dari Balitjestro adalah dengan adanya pelatihan perbenihan jeruk ini, wawasan petugas mengenai teknologi benih jeruk bebas penyakit menjadi meningkat sehingga ilmunya dapat diterapkan di wilayah kerja masing-masing.

Selain itu, dengan adanya permasalahan perbenihan jeruk yang ada saat ini, diharapkan direktorat perbenihan hortikultura mempunyai solusi untuk memecahkan sebagian masalah tersebut misalnya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan screen house besar untuk tanaman BPMT yang mampu menyediakan mata tempel jeruk yang sehat di sentra penangkaran besar benih jeruk.

Setelah pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Ir. Otto Endarto, MSi mengenai pengenalan dan pengendalian hama/penyakit penting tanaman jeruk. Diskusi dan presentasi dilakukan selama kurang lebih 90 menit, dilanjutkan dengan praktek di lapang mengenai pengenalan hama/penyakit penting tanaman jeruk yang didampingi oleh Ir. Otto Endarto, MSi dan Rudi Cahyo Wicaksono, SP, misalnya tentang penyakit diplodia, hama kutu sisik, penyakit CVPD, serangga penular Diaphorina citri dll.

Setelah praktek lapang ini, kunjungan dilanjutkan ke kebun jeruk keprok Batu 55 di kecamatan Dau kabupaten Malang mengenai budidaya jeruk Keprok Batu 55. Acara kunjungan diakhiri di KP Punten sekaligus praktek tentang produksi benih jeruk bebas penyakit dan pengelolaan benih induk jeruk bebas penyakit BPMT dan BF.

(Berita & Foto; Agus Sugiyatno)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event